TOPIKKITA.COM | BEKASI – Adanya pemberitaan terkait Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, mengenai penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di tuding tumpang tindih dalam penyalurannya oleh salah satu media online, hal ini membuat Kepala Desa Maulana Yusuf yang akrab di panggil Yosep menjawab perihal tersebut.

Melalui seluler, Yosep mengatakan kepada awak media bahwa pemberitaan itu tidak benar dan sudah membuat suatu opini sendiri yang tidak sesuai fakta.

“Benar, warga menerima Bansos terdiri dari Bansos BLT Dana Desa (DD) dan Bansos dari Kementrian Sosial (Kemensos) berupa ATM BNI yang disalurkan tidak berupa uang tunai, tetapi berupa voucer yang ditukarkan oleh warga ke toko yang sudah ditunjuk di wilayah penyaluran,” terang Yosep. Selasa (26/05/2020).

Dalam keterangannya, Kades menjelaskan bahwa dalam sistem penukaran voucernya, pihak BNI sendiri yang melaksanakan dan bisa dibuat tempat penukarannya kalau tidak dikantor desa, juga bisa disekretariat RW. Dalam pelaksanaan pemberian voucer sembako yang ditukar pakai ATM BNI melibatkan unsur 3 Pilar Desa, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Satpol PP.

Maulana Yusuf / Yosep (Kades Lubang Buaya)

“Untuk penukarannya pun dipantau dan di kawal unsur 3 pilar ke toko atau kios penukaran yang ditunjuk. Jadi kita tidak mencampuri urusan pambagian voucer tersebut dalam penukaran sembakonya,” jelasnya.

Masih ungkap Yosep, “jadi garis besarnya, Bansos dari Kemensos itu kita tidak terlibat langsung, hanya menfasilitasi tempat penukaran dengan pengawalan serta pengawasan saja. Kalau bisa diartikan ATM BNI yang diberikan ke warga penerima seperti Kartu E TOL. Kalau BNI kartu TAB yang tidak bisa tarik uang tunai.” Tegasnya.

Kades Yosep menegaskan, “Hal itulah yang perlu dipahami, dan baiknya pihak media jangan hanya mengambil sumber yang belum jelas hanya dari warga saja, tapi juga ke pihak Bank pelaksananya yakni BNI,” Tutupnya. *(AB)