TOPIKKITA.COM | BEKASI – Waterboom Lippo Cikarang disegel oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi karena diduga melanggar protokol kesehatan. Minggu (10/1/2021).

Koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 bidang pariwisata, Komisaris Dr. Budi Setiadi menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendapatkan laporan itu pada pukul 11.00 WIB.

“Kasusnya kemarin pagi, itu melalui online melalui Instagram dan melalui WA bahwa kegiatan waterboom itu didiskon biaya masuk jadi Rp.10 ribu. Dia buka jam 7, namun membludak sampai  jumlahnya 1.500. Walaupun kapasitas 7.000, akan tetapi ini kan tidak stay, mereka mobile. Orang terlalu penuh”, ucap Budi, Senin (11/1/2021).

Pada pukul 11.00, tim dari Polsek Cikarang Selatan datang dan membubarkan pengunjung Waterboom Lippo Cikarang.

“Setelah dibubarkan, ditutuplah intinya. Jam 12 siang sudah bersih dari pengunjung, seluruhnya dikeluarkan”, ucap pria yang juga menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polres Metro Bekasi.

“Akibat dari kejadian itu, karena viral, hari ini jam 9 Forkopimda Kabupaten Bekasi dihadiri Bupati, Dandim, Kapolres, Satpol PP Irwasda Polda Metro Jaya, Kadis Pariwisata dan Kadinkes, pada intinya selanjutnya pihak Satpol PP menutup sementara lokasi tersebut”, sambungnya.

Lanjut dia, penutupan sampai kapan, nanti proses lanjutan dari masing-masing pihak untuk mewawancarai pengelola Waterboom Lippo Cikarang.

“Nanti keputusan bapak bupati sendiri, dengan catatan itu tergantung dari pihak Pemda. Akan tetapi penyidikan atas dugaan pidana tetap ditangani Satreskrim,” ungkapnya.

“Itulah yang kita sayangkan, Koordinator Sektor Pariwisata. Akan tetapi kemungkinan besar bahwa pengelola tidak berpikiran akan seperti ini. Untuk kedepan apabila diizinkan kembali akan lebih ditingkatkan lagi. Ini semacam dia kecolongan, itu pun sampai jam 8 juga membludak”, jelas Budi. (Red)