TOPIKKITA.COM | BEKASI – Masyarakat Desa Telajung rame-rame mendatangi lokasi pembangunan gedung yang di sinyalir tanpa memiliki kelengkapan ijin membuat bangunan (IMB) bahkan ada dugaan manipulasi tandatangan warga yang dilakukan oleh Yayasan Fajar Baru guna mempermulus proses perijinan untuk membangun.

Dari unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Telajung, tepatnya RT.02/03, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (25/09/2020) ini akhirnya terjadi kesepakatan antar kedua belah pihak, mereka sepakat menghentikan pembangunan sementara. Dari Kesepakatan ini ditandatangani oleh perwakilan tokoh agama dan Suster dari Yayasan Fajar Baru juga disaksikan Babinsa, Bimaspol, Satpol PP Kecamatan Cikarang Barat dan Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Kabupaten Bekasi.


Pembangunan gedung SD MGR Gabriel Manek yang baru tahap pengecoran ini akan dihentikan pada Selasa (29/09/2020) mendatang.

Perwakilan dari Pemerintah Desa Telajung, Yasin Nuriana (Kasie Keuangan) ia mengatakan bahwa kesepakatan penghentian sementara ini sampai proses hukum berjalan dan ada keputusan perizinan dari dinas terkait di Pemkab Bekasi. Adapun kesepakatan ini dibuat untuk kepentingan bersama.

“Intinya, kita di desa meminimalisir jangan sampai terjadi kekisruhan di warga, khawatir ada anarkis warga. Intinya, sudah sepakat antara warga dan pihak Yayasan ada kesepakatan bahwa hari ini menunggu proses perizinan yang lebih lanjut,” terang Yasin.

Usai penandatanganan kesepakatan, pihak Yayasan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait proses perizinan. Tetapi pihak yayasan memberikan fakta baru bahwa dalam proses membuat surat izin rekomendasi warga dengan pihak Desa Telajung, Yayasan telah memberikan kompensasi senilai 100 juta kepada Kepala Desa saat itu.

Sebelumnya, Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) yang dikuasakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Telajung (FKM2T) telah mendesak Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja untuk serius dalam menangani permasalahan ini.

“Kasus ini mengandung unsur SARA. Jika masyarakat tidak mendapatkan rasa keadilan, khawatir akan bertindak di luar hukum. Hal ini dapat menimbulkan konflik perpecahan bangsa jika tidak segera di atasi,” ucap Toto Sugiarto, SE., Ketua FBI Kabupaten Bekasi.


Toto mengapresiasi FKM2T yang terus menjaga umat muslim untuk tetap bersabar dan tidak anarkis.

Toto menjelaskan, bahwa pembangunan sekolah MGR Gabriel Manek ini di tolak, karena belum mendapat persetujuan warga Kampung Telajung, tetapi sudah ada izin IMB.

Masih kata Toto, menurut data dan hasil pernyataan yang dibuat warga bahwa pihak Yayasan tidak pernah meminta tandatangan persetujuan pembangunan gedung sekolah. Warga pun mengakui memang pernah tandatangan, tapi itu terkait persetujuan pembuatan jalan lingkungan. Sebagian warga lainnya mengatakan bahwa pernah menandatangani hanya sebagai bukti penerimaan sembako. (Red)