TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Warga Desa Karangsari mendesak PT.Multistrada Arah Sarana Tbk untuk membuka akses jalan penghubung warga dengan pusat pemerintahan Desa Karangsari.

Menurut perwakilan warga, Rudi Hartono (45) akses jalan adat warga yang tepatnya di kampung Citarik Menye RT. 03/04 menuju Kampung Kalendroak RT. 01/02 Desa Karangsari Kecamatan Cikarang Timur telah ditutup oleh perusahan tersebut sejak 22 Maret 2019.

“Kami minta jalan tersebut dibuka kembali karena itu jalan adat yang mana bagi warga menuju pusat pemerintahan Desa Karangsari,” ujar Rudi pada awak media.

Diakui olehnya, memang pihak perusahaan sebelumnya memberitahukan akan menutup dengan alasan untuk keamanan pabrik dan akan memberikan kompensasi kepada warga. Tapi hingga kini kompensasi tersebut belum terealisasi.

“Iya memang mereka membuat pagar tembok dan juga masjid. Tapi substansi yang kami inginkan yakni pengganti jalan adat, agar kami bisa punya akses ke pemerintahan desa. Nah ini yang belum direalisasikan,” cetus Rudi.  

“Selama ini mereka beralasan karena berganti kepemilikan perusahaan saling lempar antara yang lama dan pemilik yang baru. Makanya kami meminta pada PT. Multistrada Arah Sarana untuk membuka (membongkar) pagar penutup akses jalan kami tersebut. Jika tidak, maka kami akan lakukan somasi,” tutupnya. *(A.Bachtiar)