TOPIKKITA.COM | POSO, SULAWESI TENGAH – Perkembangan paham radikalisme dan intoleran khususnya di wilayah Kabupaten Poso masih tetap menarik perhatian, hal tersebut tidak lepas dari perkembangan situasi saat ini dimana isu berkaitan dengan sentimen agama masih terus muncul bahkan cenderung dimanfaatkan untuk mendorong terjadinya polarisasi di masyarakat.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan dari sebagian masyarakat termasuk Majelis Dzikir Al Khairat.Kelompok tersebut secara rutin berupaya untuk melakukan dakwah dengan mengedepankan semangat kebangsaan. Salah satu kegiatan atau aksi konkrit yang dilakukan oleh kelompok Wanita Islam Al Khairaat (WAI) Poso Pesisir dengan mengadakan pengajian di Masjid Al Musafirin di Uweralulu, Desa Masani Kec. Poso Pesisir Kab. Poso. Kamis (19/12/2019).

Pengajian dilakukan sebagai syiar dan dakwah kepada masyarakat agar lebih mendekatkan kepada Allah SWT sesuai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.


Perbedaan keyakinan memang sering kali menjadi masalah yang memicu konflik. Itulah kenapa, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Timur tersebut terus mengajarkan untuk menahan diri dari sikap merasa paling benar.  Apalagi sampai menyudutkan kelompok lain.

Wilayah Uweralulu dan Tamanjeka merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan daerah Gunung Biru tempat pergerakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang sudah meninggal dalam kontak senjata dengan pasukan Tinombala.

*(red)