Kamsul Hasan, anggota Dewan Pers

TOPIKKITA.COM | BANDUNG – Ditengah suasana maraknya virus corona dan diliburkannya lembaga pendidikan juga himbauwan agar masyarakat tidak melakukan aktipitas yang banyak mengumpulkan khalayak ramai, bahkan tempat – tempat wisata pun di tutup, namun Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) wilayah Jawa Barat tetap menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke 3 yang diikuti oleh 50 orang peserta dari perwakilan Kota dan Kabupaten se-wilayah Jawa Barat.

Hal ini tetap dilakukan, karena sudah terencana dengan mapan oleh panitia dan pihak penyedia tempat juga melakukan usaha sterilisasi dalam penanggulangan corona.

Rakerda ini di laksanakan di ruang Prama Grand Preanger Hotel, Bandung. Selasa (17/03/2020).

Ketua SMSI Jabar, Andrian Syah menyampaiakan, dirinya sangat apresiasi kepada para peserta sehingga Rakerda SMSI Jabar ini bisa terlaksana, walau dalam keadaan situasi mencekamnya virus corona.

“Dalam Rakerda kita kali ini sekaligus dirangkai dengan seminar, yaitu bertajuk : “Peluang dan Tantangan Media Siber Di Era Digital”, denga dua pemateri, salah satunya dari Dewan Pers, yaitu Pak Kamsul Hasan yang akan menyampaikan tema : “Kemerdekaan Pers dan Pembatasannya.”

Andrian Syah, ketua SMSI Jawa Barat

Sementara itu, ketua SMSI pusat, Firdaus berucap bahwa dirinya bisa datang ke acara ini adalah karena dorongan spirit yang kuat untuk kemajuan SMSI.

“Spirit akan layu, kalau saya tidak hadir. Apapun resikonya. Untuk membesarkan SMSI, tidak main – main, walau beresiko (oleh virus corona – red),” ujarnya.

Masih papar Firdaus, “Insya Allah sebelum Ramadhan, kita sudah menjadi konstituen Dewan Pers. Kita berkomitmen, agar wartawan – wartawan dari SMSI agar bisa bersinergi dengan organisasi Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) dan bergabung menjadi anggota PWI,” jelasnya.

Firdaus menegaskan, “salahsatu misi SMSI adalah agar ada kesinambungan pergerakan Pers kedepan. Untuk itu, kita harus selalu bersinergi dengan PWI dalam menjadi konstituen Dewan Pers,”

Firdaus juga berucap, Sebagai seorang pengusaha, tidak harus profesional, tapi kondisional untuk melakukan lompatan – lompatan menuju kesuksesan. Akan tetapi bagi wartawannya atau karyawan, harus profesional (sesuai SOP).

Firdaus, ketua SMSI Pusat

Di ujung penyampaiannya, Firdaus memotifasi kepada para peserta Rakerda yang semua adalah pemilik perusahaan media, bahwa dalam menghadapi tantangan masyarakat milineal ini, tinggal bagaimana niatnya para pengusaha ini.

“bagaimana niat agar bisa kaya raya seperti Usman Bin Affan, bagaimana niat bisa bermanfaat untuk orang sebanyak – banyaknya. Itu semua tergantung niatnya, agar kelak bisa kita bawa ke Yaumil Mahsyar (hari akhirat, hari pembalasan -red).” tutup Firdaus.

Terpisah, ketua SMSI Bekasi Raya Doni Ardon mengaku bangga dapat menghadiri Rakerda ke 3 SMSI Provinsi Jawa Barat. Dirinya hadir bersama 11 pengurus SMSI Bekasi Raya lainnya, yakni Melody Sinaga (jakposnews.com), Doni Ardon (mitranews.net), Asep Saepuloh (jurnalindonesiabaru.com), Heru Budian Timor (newsbekasi.id), Udin (desawisata.co.id), Taufik (topikkita.com), M. Eka Noviandri (politika.co.id), Rahmat (globalmedianews.co.id), Endang Kusnadi (www.qjabar.com), Bisri (beksiindonesianews.com), Yusuf (esaasakitanews.com) dan Dadang Marasabessy (lokalhubnews.com).

“Alhamdulillah semua pengurus hadir lengkap, mulai dari jajaran sekretaris, bendahara dan pengurus lainnya, termasuk penasehat kami bang Melody Sinaga juga hadir,” ucapnya. *(Basir/TS)