TOPIKKITA.COM | BEKASI – Seorang warga Kelurahan Wanasari RT/RW : 004/013 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi mencurahkan rasa kecewanya di media sosial (medsos) melalui akun facebook (FB) miliknya terkait adanya pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) yang dilakukan oleh oknum aparatur kelurahan.

Akun FB bernama Febiarti Realita Sukma dengan unggahannya yang di share ke grup Warga Cibitung ini menuai banyak sekali reaksi komentar dari para netizen FB lainnya sehingga menjadi viral.

Beberapa awak media mendatangi pengunggah curhatan di FB tersebut. Di kediamannya, ibu ini menceritakan dengan panjang lebar terkait adanya potongan dana BST dengan di paksa sebanyak 100 ribu oleh oknum RT/RW dari sebanyak 215 KK, yang seharusnya diterima total 600 ribu, menjadi 500 ribu. Padahal pembagian bulan lalu hanya di potong 50 ribu. Senin (15/06/2020).

Dari keterangan ibu ini, pemotongan yang dilakukan oknum tersebut untuk membantu warga lainnya yang tidak mendapatkan bantuan.

“Saya hanya ingin transfaransi dari aparatur kelurahan. Dari pemotongan ini yang mau di bantu siapa saja? Dan pemotongan ini apakah di benarkan dalam peraturannya?,” ujar ibu pengunggah postingan.

Sementara itu, beberapa awak media pun mencoba menkonfirmasi dengan mendatangi ketua RT yang di maksud di kediamannya. akan tetapi sedang tidak ada di rumah. Kemudian awak media mencoba menghubungi Lurah Wanasari, Sarkum, dengan mendatangi kantor kelurahan, namun tidak ada.

Ketika di hubungi melalui seluler, Sarkum mengatakan bahwa dirinya sedang ada acara Diklat. Terkait perihal permasalahan tersebut, ia mengaku bahwa tidak mengintruksikan adanya pungutan.

“Dari pihak kelurahan tidak ada intruksi pungutan apapun alias gratis.” Jelasnya. (AB)

Dibawah ini postingan yang di unggah pada akun Febiarti Realita Sukma :