Salah seorang anggota polisi nampak berjaga mengamankan situasi pengunjuk rasa para Guru Honorer

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Ratusan bahkan mendekati ribuan para Guru Honorer yang melakukan unjuk rasa ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang ke tiga kalinya sejak Senin (13/07/2020) kali ini melakukan konvoi menuju kediaman rumah dinas Bupati Eka Supria Atmaja setelah mereka melakukan aksi di depan Pintu Gerbang Timur kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi namun tak kunjung mendapat respon dari Bupati Eka Supria Atmaja. Rabu (15/07/2020).

Dalam pantauan awak media, ketika para guru honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) melakukan perjalanan menuju rumah dinas Bupati, dalam orasinya melalui pengeras suara, mereka berteriak “Bupati mana…?!, Bupati mana…?!”. Mereka menagih janji Bupati, dan bila janjinya tidak ditepati, mereka bersumpah agar Bupati tertangkap KPK.

“Ingatlah Bupati…!, kesabaran kita ada batasnya. Kami tidak minta apa – apa, kami hanya menuntut janji pak Bupati. Janji seorang pemimpin harus di tepati !”, teriak Sayidina Ali, sang orator dari Kordinator Kecamatan Tarumajaya FPHI.

Bukan hanya itu saja, sang orator juga dengan suara lantang menyampaikan, bila janji Bupati tidak ditepati, mereka bersumpah agar Bupati tertangkap KPK.

“Kami honorer akan bersumpah, semoga Pak Bupati ketangkep KPK…!, kita bersumpah, kalau tidak ditepati, pak Bupati ditangkep KPK!, biar nyaho sekalian…!”. Teriak sang orator, di aminkan oleh para pengunjuk rasa.

Informasi dari salah seorang pendemo, esok (Kamis, 16/07) bila belum juga ada tanggapan dari Bupati, mereka akan melakukan unjuk rasa kembali hingga akan menginap di area kompleks perkantoran Pemda. *(AM/San)