TOPIK KITA, Bekasi – Kebocoran air bersih di jalanan gang Assurur warga desa simpangan Cikarang Utara tepatnya sebrang Bapelkes Lemahabang yang tidak jauh dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) cabang Lemahabang sudah hitungan tahunan belum juga di tanggulangi oleh PDAM.

Dari keterangan seorang tokoh masyarakat juga sebagai pemuka agama yang namanya tidak mau dicantumkan mengatakan kepada media ini di kediamannya jum’at 26/10, bahwa kebocoran air Pam itu sudah terjadi kurang lebih tiga tahunan. Setiap hari air keluar menggenang di pelataran parkiran para pasien yang hendak berobat di salah satu tempat praktek dokter. Bahkan kalo malam air keluar sangat banyak menggenang di jalanan. Coba bayangkan, berapa banyak air bersih keluar sia – sia mubazir. Sementara, kalau air itu digunakan oleh masyarakat, pasti harus bayar mahal sampai hitungan tahun begini. Ungkapnya.

Masih kata tokoh , “kita dari dulu sudah sering laporan ke pihak PDAM, tapi sampai sekarang belum di benerin juga. Sudah jengah kita laporan juga, soalnya ga di ladenin” ungkapnya

Di tempat terpisah, “Yana” selaku Kasi Tehnik yang baru sebulan ini pindah rotasi kerja di kantor PDAM cabang lemahabang saat di temui wartawan mengaku belum tau ada informasi perihal kebocoran air Pam tersebut. Setelah tau perihal ini, “Besok (Sabtu) langsung saya perintahkan petugas untuk menanggulanginya”. Ucapnya.

Yana juga mengucapkan terimakasih kepada wartawan atas informasi yang disampaikan kepadanya. [TS]