TOPIKKITA.COM|KABUPATEN BEKASI – Jajaran Pemerintahan Desa (Pemdes) Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara masa bakti 2021-2027, kembali menuntut pemerintahan desa sebelumnya untuk menyerahkan sejumlah aset bergerak dan tidak bergerak seperti surat letter c dan Akta Jual Beli (AJB) lahan Desa Cikarang Kota.

Hal tersebut disampaikan Dewan Pembina Desa Cikarang Kota, Rahmat Gunasin saat menghadiri pertemuan di Aula Desa Cikarang Kota, dengan dihadiri Kapolsek Cikarang, Bimaspol Cikarang Kota, Babinsa Cikarang Kota, anggota BPD, serta para tokoh masyarakat dan pemuda, Rabu (10/3).

“Saya melihat tidak adanya keterbukaan dari Pemdes sebelumnya kepada Pemdes yang baru. Berkas arsip seperti Buku Letter C, data di file komputer dan lain sebagainya tidak ada. Bahkan sisa anggaran Rp200 juta di dalam LPJ belum kita lihat serah terimanya. Program-program Pemdes sebelumnya juga apakah infrastruktur atau bantuan covid 19 kita belum tahu,” tegasnya kepada para awak media.

Pria yang akrab disapa Boksu ini mengaku khawatir tidak terbukanya Pemdes sebelumnya untuk menyerahkan berkas arsip dan aset desa, akan berdampak kepada Kepala Desa definitif. Dirinya juga akan melaporkan ke pihak penegak hukum jika Pemdes sebelumnya tidak kunjung menyerahkan berkas arsip tersebut.

“Kita juga mempertanyakan kinerja anggota BPD Cikarang Kota yang terkesan tidak mau bersinergi dengan aparatur Pemerintahan Desa. Kita meminta anggota BPD untuk mundur jika tidak bisa berkomitmen untuk membangun wilayah Desa Cikarang Kota,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara (Cikut) terpilih masa bakti 2021-2027, Rahmat Gunawan, menolak prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kades di Aula Desa Cikarang Kota tanpa hadirnya Pj Kades Cikarang Kota, Yusuf, Kamis 11 Februari 2021.

Pria yang akrab disapa Piray tersebut juga mempertanyakan mengenai Tanah Kas Desa (TKD) seluas 28,5 hektar yang ternyata ada yang disalahgunakan karena satu surat dengan Desa Karangraharja. Dirinya pertanyakan kenapa tanah bengkok itu bisa menyatu dengan Desa Karangraharja.

“Saya tidak mau kalau sertijab dengan Plt Kades, saya maunya dengan Pj Kades. Saya pun melihat tidak ada keterbukaan dari Pemerintahan Desa sebelumnya yang seharusnya ada serah terima apa aset kepada Kades Cikarang Kota terpilih,” tandasnya. (Sant)

BACA JUGA :  BAS Akan Gelar Silaturahmi Nasional Bersama Para Anak Tentara