Terbongkar, Oknum Pemilu Mulai Permainkan Hasil Suara Masyarakat

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Adanya temuan pergeseran jumlah suara partai yang dilimpahkan ke suara salah satu caleg membuat suasana di kantor KPUD Kabupaten Bekasi nyaris digerudug oleh ribuan para pendukung dari caleg yang merasa dampaknya akan dirugikan.

Kejadian itu diketahui oleh para pendukung dari Caleg nomor urut dua, Boby Agus Ramdan dari Partai PKB Dapil 7 pasca selesainya penutupan pleno penghitungan suara di PPK Kecamatan Cikarang Timur.

Bacaan Lainnya

Salah satu pendukung Caleg nomor urut dua, Riyansyah menyampaikan kepada awak media bahwa berdasarkan lembaran C1 diketahui adanya temuan pergeseran hasil suara dari partai yang tadinya ada 855 (delapan ratus lima puluh lima) berubah menjadi 359 (tiga ratus lima puluh sembilan).

“Jumlah suara partai yang hilang itu rupanya dilimpahkan ke caleg nomor urut satu,” Ujarnya. Kamis (29/02/2024).

Masih lanjutnya, “soalnya begitu di cek dalam rekap C1 yang kami punya, suara nomor urut satu yang tadinya hanya ada 582 (lima ratus delapan puluh puluh dua) menjadi 1081 (seribu delapan puluh satu),” ungkap Riyan.

Senada dengan hal itu, salah seorang warga Cikarang Timur, Hendra juga mengatakan bahwa dirinya bersama rekan – rekan pendukung caleg nomor dua sangat menyayangkan adanya temuan ini.

“Ini gak bener, ini jelas ada permainan dan jelas sudah melanggar hukum pidana Pemilu. Ini pasti ada oknum yang bermain untuk memperbanyak suara caleg dukungannya,” tegas Hendra.

Riyan juga menambahkan, bahwa setelah pihaknya mengecek rekap suara lembaran C1 yang keabsahannya diakui sama dengan hasil rekap C1 pihak PPK dan Panwas Cikarang Timur, ternyata hampir pada tiap – tiap TPS modusnya adalah suara dari Caleg nomor urut satu mendapat tambahan sedikit – sedikit yang dikurangi dari hasil perolehan suara partai agar nantinya bisa mengungguli suara dari caleg nomor urut dua.

“Saya hawatir hal ini pun akan terjadi di Kecamatan Cikarang Utara dan Cikarang Selatan,” tuturnya.

Riyan bersama tim menegaskan, bahwa pihaknya akan membuka semua berkas lembaran C1 lengkap yang dimilikinya dari tiga kecamatan untuk pembuktian adanya kecurangan data yang dilakukan oleh oknum.

“Kami tidak akan diam, kami akan meminta penegak hukum agar mengusut tuntas siapa oknum pelakunya yang berani main-main dengan suara masyarakat terhadap pilihannya,” tegas Riyan.

Riyan juga mengungkapkan bahwa dari data hasil rekap suara C1 Dapil 7 meliputi Cikarang Utara, Cikarang Timur dan Cikarang Selatan yang dilakukan oleh tim, Caleg nomor urut dua H. Boby Agus Ramdan mendapatkan suara terbanyak dari beberapa caleg lainnya yaitu 7.935 (tujuh ribu sembilan ratus tiga puluh lima),  sedangkan caleg nomor urut satu, Atet, hanya mendapat kepercayaan suara sebanyak 5.935. Sedangkan khusus perolehan suara di Cikarang Timur, Boby Agus Ramdan mendapatkan suara 1.512 sedangkan Ahmad Tetuqo Taqiyudin (Atet) hanya mendapat 582 suara.

Sementara Ketua PPK Cikarang Timur melalui seluler, Furkon membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia juga mengaku merasa kaget dengan adanya perubahan suara partai dan caleg yang tidak singkron dengan rekap C1 yang di komplain oleh masyarakat pendukung Caleg nomor dua.

“Tapi ini sudah clear pak, kami sudah kordinasi dengan panwas dan hasilnya sama dengan rekap C1 yang sama – sama kita miliki,” terangnya.

Furkon menegaskan, bahwa dirinya selaku ketua PPK  Cikarang Timur mengakui adanya kesalahan dalam penulisan rekap berita acara yang dipersoalkan tersebut dan akan mempertanggungjawabkan dalam pleno tingkat kabupaten sesuai hasil rekap C1.

“Saya akan mempertanggungjawabkan hasil rekap suara yang sesuai C1 yang kami miliki dan sudah saya kordinasikan dengan Panwas dan juga hasilnya sama. Nanti saat pleno KPUD akan saya sampaikan,” tandas Furkon.

Demikian juga Ketua KPUD Kabupaten Bekasi, Ali Ridho menegaskan bahwa hal ini masih bisa dilakukan perubahan bila ada kesalahan penulisan dalam jumlah rekap suara yang sudah dimasukkan ke dalam aplikasi Sirekap KPU.

“Jika memang hal ini perlu adanya pencermatan kembali maka akan dilakukan perubahan, jika memang itu bisa dibuktikan.” Jelas Ketua KPUD.

Dalam pantauan awak media, informasi yang terhimpun selain di Kecamatan Cikarang Timur terkait keributan hasil suara pemilu saat pleno, juga terdapat hal serupa yang terjadi di Kecamatan Pebayuran yang berujung beberapa panitia PPK diamankan oleh aparat kepolisian untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Pos terkait