Sadar Darmadi (Kades Jatibaru), Babinsa TNI (membantu) dan Kepala Dusun bersama beberapa pekerja dari warga saat proses mengairi lahan budidaya ikan

TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Kepedulian terhadap masyarakat Desa Jatibaru di buktikan oleh Sadar Darmadi selaku Kepala Desa (Kades) dalam usaha mengangkat perekonomian warganya melalui produktifitas lahan pesawahan dengan pertanian, peternakan dan budidaya ikan. Hal itu dilakukan olehnya guna pemerataan kesejahteraan ekonomi rakyatnya.

Melalui potensi yang dimiliki oleh mayoritas masyarakat Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yaitu sekitar 90% warganya melakukan pertanian, maka Kades Sadar akhir – akhir ini senantiasa gencar menggerakkan warganya untuk bersemangat melakukan penggarapan lahan milik PT. Jababeka yang ada di wilayahnya sementara belum di gunakan, maka hal ini dimaksimalkan sebesar besarnya untuk produktifitas perekonomian warganya agar lebih merata.

“Daripada selalu di sewakan oleh oknum-oknum tertentu, maka lebih baik warga saya sendiri yang menggarapnya, agar perekonomiannya bisa lebih meningkat. Apalagi musimnya lagi seperti sekarang ini, karena Covid, insya Allah cara seperti ini sangat membantu ekonomi mereka,” ujar Lurah Sadar, biasa akrab di sapa warganya, ketika sedang memantau budidaya ikan di lahan Jababeka yang di kelola oleh warganya. Selasa (23/06/2020).

Lebih lanjut Sadar menjelaskan, bahwa tanah-tanah milik Jababeka yang ada di wilayahnya memang sebelumnya di kelola oleh orang-orang lama sebelum pemerintahan dirinya. Dan mereka mayoritas tarap ekonominya sudah menengah ke atas.

“Saya hanya ingin berusaha pemerataan. Makanya belum lama ini saya melakukan peralihan hak guna garap dari orang-orang lama beralih ke warga saya asli Desa Jatibaru agar mereka turut merasakan pemerataan ekonomi dari hasil jerih payah mereka melalui budidaya ikan dan pesawahan tanah milik Jababeka yang ada di wilayah saya. Karena saya juga selaku Kepala Desa punya mandat kepercayaan dari Jababeka sendiri,” terangnya.

Masih ujar Sadar, “Saya sangat prihatin, kenapa beberapa warga saya kemarin-kemarin dalam bertani menanam padi hasilnya jarang mulus dalam setiap panen. Selalu ada kendala baik oleh hama, tikus dan lain-lainnya. Begitu saya selidiki, ooh,, ternyata ada sisi nilai-nilai religiutasnya yang mereka kurang memperhatikan. Kurangnya bersedekah, menjaga nilai kejujuran, berbagi kepada yang miskin, bersifat serakah, hal-hal seperti ini rupanya terlupakan. Oleh karena itu, saya coba terapkan wawasan pemahaman hal-hal tersebut. Dan alhamdulillah, lambat laun hasil pertanian mereka sangat memuaskan,” ujarnya.

Dengan nada tegas, Sadar berucap “Saya mumpung jadi lurah Bang, saya jadi lurah atas keinginan warga, saat pencalonan saya benar-benar ga punya uang, dan alhamdulillah sampai saya kini di takdirkan bisa jadi, saya ga punya hutang sedikitpun kepada orang lain. Makanya saya akan gunakan kesempatan ini untuk berusaha mensejahterakan warga saya dengan segala potensi yang ada di wilayah saya. Saya ingin semasa saya menjabat punya catatan yang baik di hadapan warga saya, terlebih lagi dihadapan Tuhan. Naah salah satunya potensi yang ada di wilayah saya yaitu lahan-lahan milik Jababeka. Selama oleh mereka belum digunakan, saya punya wewenang untuk mengatur dengan baik proses hak guna garap dengan sebaik-baiknya bagi warga saya agar mereka juga bisa merasakan hasil jerih payahnya melalui bertani dan budidaya ikan,” ucapnya.

“Hasil pengalaman saya, seandainya satu hektar lahan ini dilakukan budidaya ikan, bila panen, perbandingannya sama dengan hasil 15 hektar menanam padi. Maka saya bimbing dan saya arahkan warga saya untuk melakukan budidaya ikan. Selain itu, kedepan juga termasuk ternak domba dan sapi akan segera kami lakulan. Ini semua semata-mata saya lakukan ingin agar warga saya ada peningkatan dalam perekonomian,” jelasnya.

Ketika disinggung soal belum lama ini ada pemberitaan miring di wilayahnya, lurah Sadar mengatakan, “silahkan-silahkan saja, itu hak mereka dalam kebebasan berpendapat. Tapi ingat, bila isi beritanya sudah melanggar dan menyalahi dari ketentuan undang-undang, saya juga tidak segan-segan untuk bertindak sesuai hukum.” Pungkasnya.

(Red)