Tanggul sungai Citarum yang jebol

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Derasnya curah hujan yang turun dan hampir merata di sepanjang hari di wilayah Kabupaten Bekasi sejak tanggal 02 Februari 2021 membuat aliran – aliran sungai penuh dan meluap hingga pada tanggal 04/02/2021 mengakibatkan banjir dimana – mana, terlebih lagi wilayah yang rendah yang sudah terbiasa mengalami banjir tahunan.

Belum hilang rasa lelah dan berbondong – bondong para pejabat, petugas, relawan maupun donatur silih berganti mendatangi para pengungsi banjir untuk membantu baik dengan materi, makanan, obat – obatan dan lain – lainnya yang dibutuhkan oleh para korban banjir, kini banjir kedua  bertambah parah dari kejadian tanggal 04/02 lalu karena hujan sejak Jum’at siang (19/02/2021) sampai hari Sabtu (20/02) terus deras mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi bahkan wilayah lainnya hampir merata. Akibatnya, pada hari Sabtu (20/02) banjir kembali terjadi dengan debit air lebih parah dari banjir yang pertama.

Dari Sabtu sampai Minggu (21/02) hujan masih terus mengguyur, hingga pada malam hari, Sabtu malam Minggu sekitar pukul 23.00 WIB terjadi jebolnya tanggul bendungan sungai Citarum yang berada di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Dari kejadian ini, Polres Metro Kabupaten Bekasi, melalui Polsek Kedungwaringin beserta jajaran lainnya kemudian melakukan pengecekan diwilayah kecamatan tersebut, terdapat sembilan Desa tergenang banjir, dua belas tempat pengungsian dan tiga tempat dapur umum serta dua posko banjir.

Terhadap sembilan desa tersebut, petugas kepolisian langsung berjuang mengevakuasi para warga yang terkena banjir untuk di ungsikan ke posko utama Saung Desa serta memberikan bantuan sembako, lalu mendirikan posko pengingsian.

Personel yang turut terjun ke wilayah tersebut antara lain : TNI, POLRI, BPBD Kabupaten Bekasi dan Provinsi serta tim kesehatan TNI/POLRI dan Kabupaten Bekasi. Dari data yang terkumpul, sebanyak 13.777 (tiga belas ribu tujuh ratus tujuh puluh tujuh) mengungsi di 22 tempat pengungsian.

Sulitnya akses kendaraan menuju lokasi yang terdampak banjir menjadi kendala ketika para petugas dalam membantu di tambah masih derasnya arus air di lokasi sehingga menyulitkan untuk proses evakuasi serta membawa bantuan. Belum lagi terjadinya penumpukan warga yang masih dilokasi ketika pembagian bantuan sembako dan pakaian yang saling berebut.

BACA JUGA :  Pengucap "Wartawan Gila" Secara Terbuka Memohon Maaf Kepada Media

Upaya-upaya yang dilakukan evakuasi para korban banjir oleh tim SAR, TNI, POLRI, BPBD, relawan dan lain – lain untuk penyaluran bantuan sembako dan pakaian menggunakan perahu karet untuk dapat sampai ke lokasi terdampak. Kemudian mendirikan posko, dapur umum, membuat tenda penampungan warga dan membuat tenda kesehatan Dinas Kabupaten Bekasi, TNI, dan POLRI.

Hinga saat ini, para petugas masih terus berjuang membantu para korban banjir dan berjuang bersama unsur pemerintahan lainnya untuk berusaha menormalkan kembali saluran bendungan sungai Citarum yang jebol.

Berikut hasil data lengkap pada hari Minggu (21/02) dari Polres Metro Kabupaten Bekasi, melalui Polsek Kedungwaringin dengan petugas yang dipimpin oleh Kanit Intel, Aiptu Sugeng, dibantu oleh Brigadir Gilang :

1.Desa Karangsegar : jumlah warga yang terdampak : 2.079 KK, korban jiwa: nihil dan jumlah orang yang mengungsi : 5.284 orang.

2.Desa Sumber Urip : 1200 KK, yang mengungsi 500 orang.,

3. Desa Sumberreja : 685 kk, yang mengungsi 2.670 orang.

4. Desa Karangharja, yang terdampak 50 kk, mengungsi : 200 orang.

5. Desa Sumbersari : 175 kk, yang mengungsi 552 orang

6. Desa Bantarsari, yang mengungsi :750 orang

7. Desa Bantarjaya, yang mengungsi : 300 orang

8. Desa Karangpatri, yang mengungsi 3.600 orang

9..Desa Karanghaur, yang mengungsi ; 338 orang

Lokasi pengungsian :
1. Masjid Assyafa’ah, RT.003/001 Desa Sumberurip, pengungsi 500 orang

2. Puskesmas Karangharja,100 orang

3. Sepanjang Tanggul Irigasi Kp.Pamahan, 4000 orang

4. Masjid RM.Saung Desa,1500 Orang

5. Kantor Ds.Sumbersari, 160 Orang

6. Kantor Ds.Karanghaur, 365 orang

7. Kantor Kecamatan Pebayuran,100 orang

8. SMA Negeri 1 Pebayuran, 200 orang

9. Masjid Al Yasiniah Kp. Rengas dan Bancong Cuk Desa Karangpatri, 1.500 orang

10.Masjid Alhidayah Kp. Pisangan Desa Karangpatri, 300 orang

11.Ponpes Al Hasby Kp. Bakung Desa Karangpatri, 300 orang

12. Tanggul jalan Lembang Pulo Kecil, Desa Karangpatri, 1.500 orang

Lokasi Dapur umum :

1) Kp. Poncol Desa Sumbersari Kec.Pebayuran
2) Dusun 1 Kp. Kobak Pasir Desa Karangpatri
3) Dusun 3 Kp. Pengasinan Desa Karangpatri

Posko Banjir :
1) Lokasi Posko Banjir dan kesehatan di RM.Saung Desa
2) Posko Kesehatan dan banjir kantor desa Karanghaur. (Tfk)