Seorang kakek tua terjebak di atas genteng rumah saat menunggu bantuan evakuasi di Kampung Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin.

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Banjir kedua kalinya yang melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi pada Sabtu 20/02 mulai dini hari hingga jebolnya beberapa tanggul sungai yang terjadi pada malam hari sebagaimana kejadian jebolnya tanggul sungai Citarum pada pukul 00.24 WIB di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran , belum lagi di wilayah – wilayah yang memang rentan dan sudah berulangkali menjadi langganan banjir, seperti Desa Labansari, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kali Ulu Cikarang Utara, Kecamatan Kedung Waringin, Cabang Bungin, Babelan, Muara Gembong, sehingga membuat masyarakat yang terdampak banjir sebisa bisa menyelamatkan diri menghindari luapan banjir di malam hari.

Tanggul sungai Citarum, Jebol. Di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi

Banyak warga yang terjebak dalam pusaran banjir menaiki tempat ketinggian dari malam hingga siang hari dengan menahan lapar, dahaga dan kantuk demi menunggu pertolongan.

Banjir kedua ini dirasa oleh masyarakat sangat besar dibanding banjir pertama sejak tanggal 04 Februari, sehingga mengakibatkan kemacetan panjang dalam transportasi, sama sekali tidak bisa melintas di jalur utama jalan arah Karawang-Bekasi tepatnya di Kampung Kali Uli, Desa Karang Raharja, Cikarang Utara pada Sabtu 20/02 karen jalur jalan terendam banjir sejak siang sampai sore.

Banyak warga terjebak di tengah jalan dalam kemacetan lalu lintas jalur Karawang – Bekasi
Kemacetan total di jalan jalur utama Karawang – Bekasi, jl. Mareleng, Kecamatan Kedung Waringin

Saat ini, Minggu 21/02, kembali kemacetan panjang total terjadi sejak pagi hari di Jalur Karawang-Bekasi tepatnya di Kampung Malereng, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedung Waringin, jalanan terendam banjir, transportasi lumpuh total akibat luapan air bedahnya tanggul sungai Citarum dinihari tadi.

Anak – anak yang kedinginan dan lapar pada saat evakuasi dimalam hari
Warga korban banjir mengungsi berdesak desakan di Masjid An Nur, Kampung Pacing, Kecamatan Kedung Waringin

Dalam hal ini, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bekasi, Syarif Bunarif melalui selulernya kepada topikkita.com meminta kepada Bupati agar bisa bergerak cepat dalam penanganan korban banjir.

Syarif Bunarif (Sekretaris PCNU Kabupaten Bekasi)

“Bupati harus sigap, harus bisa bergerak cepat dalam menangani banjir. Gerakkan kekuatan dan stekholder sebagai pemangku kebijakan,” ujarnya.

“Banyak yang menghubungi saya, bantuan dari Pemda sangat minim. Perahu karet untuk evakuasi juga sangat sedikit. Jangan sampai ada masyarakat Bekasi yang mengakhiri hidupnya lantaran kelaparan di pengungsian,” terang Syarif.

Para pengungsi banjir, lapar, haus dan lelah sejak malam hari di pom bensin Mareleng, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin

(Tfk)

BACA JUGA :  Bupati Hadiri HPN Bekasi Raya, Tahun 2022 Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah