Hudaya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil – Kabupaten Bekasi

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Selesainya acara Rapat Paripurna yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (06/7) membahas tentang pembentukan Panitia Khusus Anggota yang memuat Perubahan atas Perda 09 tahun 2016 tentang Adminstrasi Kependudukan yang akan di singkronisasikan dengan Perpres 96 tahun 2018 yang mana dari Kemendagri mengedapankan pelayanan administrasi kependudukan secara online, sehingga dapat memangkas birokrasi yang terlalu panjang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Hudaya menjelaskan kepada wartawan topikkita.com usai mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD Kabupaten Bekasi, “Perda 09 tahun 2016 tidak mengatur tentang pelayanan online untuk pelayanannya, sehingga dengan munculnya Perpres 96 tahun 2018 yang perpres tersebut mengedepankan pelayanan online, Perda harus mengacu kepada Perpres. Sehingga harus disesuaikan juga, apalagi mengingat adanya pandemi Covid-19 saat ini maka kontak fisik harus dibatasi. Namun sementara ini KTP dan KIA tetap pelayanannya di kantor kecamatan. Kalau sesuai dengan program bupati dimana KTP dikirim via pos itu sudah dilakukan, bahkan saat ini sudah 132 ribu KTP sudah di distribusikan ke masyarakat,” kata dia.

Hudaya menambahkan, “Pengurusan KTP teknisnya tetap melalui kecamatan atau dikirim via pos, hanya opsi saja sehingga pelayanan administrasi kependudukan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Sementara untuk Surat Pindah dari Luar Daerah dapat dilakukan secara online, tapi juga ada syarat-syarat pendukungnya yaitu surat pindah dari daerah asalnya itu wajib,” pungkasnya.

Saat ditanyakan oleh awak media topikkita.com, apakah masih ada kekosongan blanko di kecamatan?, Hudaya membantah, karena dia telah mengklaim mengadakan blanko KTP sebanyak 30.000 lembar dan telah disebar di setiap Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Dia mengungkapkan,setiap hari selalu mengontrol pengeluaran blanko yang di cetak di setiap kecamatan, sehingga jika stok menipis sampai di angka 1000 blanko, maka akan di order kembali sehingga kebutuhan stock blanko akan selalu tersedia. (Sant)