TOPIKKITA.COM | BEKASI – Majlis Pesantren DARUT TAUFIQ yang berada di Kp. Rukem RT.01/05 Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sehari menjelang Ramadhan mengajak para anak-anak santrinya yang notabene para anak yatim piatu, duafa dan ada juga yang masih lengkap kedua orang tuanya untuk diajak berwisata air ke Empang Sari, daerah pegunungan Loji, Karawang, Jawa Barat, dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan (prokes) penanganan wabah covid – 19. Minggu (11/04/2021).

Sebanyak 15 anak dengan 3 guru pendamping menikmati suasana segarnya udara kolam renang Empang Sari yang berada disekitar kaki gunung Loji, Karawang.

Sesampainya dilokasi, bersamaan hujan deras, namun anak-anak yang mayoritas usia sekolah dasar ini tidak berfikir panjang lagi, langsung rame-rame menyeburkan diri ke kolam renang dengan suasana riang gembira, ceria dan penuh kebahagiaan suka cita saling bercanda dan bermain air di kolam renang.

“alhamdulillah hari ini kita bisa membawa anak-anak berenang ke sini. Tujuannya sekali-kali membahagiakan mereka sebelum masuk Ramadhan,” ujar pengasuh santri, Ust. Taufik yang juga sebagai Ketua Lembaga Taklif wan Nasr / InfoKom & Publikasi (LTN NU) Kabupaten Bekasi.

Masih tutur Uatadz, “Saya ucapkan terimakasih banyak kepada pengelola wisata Empang Sari yaitu kang Fauzi alias Kang H. Amak yang sudi mempersilahkan anak-anak berenang disini dengan geratis. Semoga Allah SWT yang membalas kebaikan ini,”

Perlu diketahui, bahwa Majlis Pesantren Darut Taufiq dengan bangunan sederhana sejak tahun 2012 ini memiliki tiga kegiatan rutin yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an Anak-Anak (TPQ), Pondok Pesantren serta Majlis Dzikir Taklim.

Aktipitas TPQ dimulai setiap hari kecuali Sabtu-Minggu dari pukul 15.00 – 17.00 WIB dengan anak didik mulai usia TK dan SD. Saat ini semuanya berjumlah 18 anak dengan 2 guru pengajar.

Untuk kegiatan pesantren, semua anak-anak tinggal bermukim di asrama dengan mengikuti pembelajaran kegiatan mengaji sesuai yang sudah dijadwalkan. Kegiatan pesantren ini dimulai sejak awal tahun 2020 dengan para santri mayoritas yatim dan duafa tanpa dipungut biaya apapun, semua di geratiskan oleh pengurus pondok. Saat ini semua berjumlah 13 anak dengan 5 guru pengajar, salah satunya ada guru yang hafiz (penghafal Qur’an) alumni Pesantren Madrasatul Qur’an, Jombang, Jawa Timur.

BACA JUGA :  Iwan Fals, Kini Gabung di Organisasi Pemuda LIRA Kabupaten Bekasi

Sementara untuk kegiatan Majlis Dzikir dan Taklim dilaksanakan pada setiap Minggu malam Senin pada pukul 20.00 – 22.00 WIB. Semua panduan pembelajaran pengajian di Majlis DARUT TAUFIQ mengacu kepada kitab-kitab mazhab As-Syafi’i Annahdliyyah mengikuti para guru dari Nahdlatul Ulama (NU) yang dipompin langsung oleh Ust. Taufik Suprapto, S.Sos.I.

Untuk penerimaan para santri baru baik TPQ ataupun Pesantren, biasanya pihak pengurus Darut Taufiq membukanya pada tiap bulan Syawwal sehabis lebaran Idul Fitri.

Sebagai informasi, bahwa saat ini Majlis Pesantren Darut Taufiq berencana akan membangun asrama sederhana untuk santri laki-laki. Karena saat ini antara laki-laki dan perempuan menempati satu bangunan yang hanya ditutup oleh penghalang dari GRC. Mengingat usia anak-anak yang perempuan sudah mulai ada yang beranjak remaja dan sudah menstruasi atau haid, maka secepatnya perlu dipisah untuk kenyamanan dan ketertiban para santri. *(AM)