Para peserta Penyuluh Agama Islam Non PNS (PAI-NP) ketika bersalam – salaman usai penutupan kegiatan OPTIMA 20

TOPIKKITA.COM | Bandung, Jawa Barat – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Bekasi yang berjumlah 187 dari delapan orang tiap – tiap kecamatan dengan delapan spesialisasi, (1.Pemberantasan Buta Aksara Huruf Al – Qur’an, 2.Keluarga Sakinah, 3.Pengelolaan Zakat, 4.Pemberdayaan Wakaf, 5.Produk Halal, 6.Kerukunan Umat Beragama, 7.Radikalisme dan Aliran Sempalan, 8. Narkoba dan HIV/Aids) Berharap kepada Bupati agar mendapat perhatian dan bantuan kesejahteraan. Mengingat beratnya tanggung jawab dalam tugasnya di masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Bekasi, H. Satim Widodo, S.Ag, MM, dalam sambutannya ketika menutup kegiatan Orientasi Penguatan Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama Islam (OPTIMA.20) yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 03 – 05 Maret pada salah satu Hotel di Bandung, Jawa Barat. Kamis (05/02/2020).

Satim menyampaikan, bahwa para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang semuanya adalah para Ustadz dan Ustadzah, berkat merekalah sehingga orang – orang bisa mengetahui agama, bisa mengaji, anak – anak bisa tau huruf – huruf hija’iyyah, yang bisa menjembatani sehingga anak – anak bisa menghafal Al Qur’an, semua itu adalah karena penyuluh.

Ketua Pokjaluh, Satim Widodo, S.Ag, MM, ketika sambutan sesaat sebelum menutup kegiatan

“Kalau tidak ada penyuluh, mampukah seorang pejabat sekelas bupati misalnya, mengurusi itu semua ?? Saya jawab, tidak!!” ujar Satim.

Lanjutnya, “maka harapan, agar Pemerintah Daerah (Pemda) melek dengan mencoba menganggarkan anggaran kabupaten Bekasi yang begitu banyak,” Pernyataan Satim diiringi riuh tepukan tangan dari para penyuluh.

Kemudian H. Satim Widodo membandingkan dengan pemerintahan kabupaten Karawang yang APBD nya lebih kecil, tapi mereka mampu memberikan kesejahteraan. Ada penambahan dari Pemda, ada motor inventaris, ada mobil inventaris. “itu harapan kita,” cetusnya.

Selain itu, Satim juga berharap, agar semua stik holder yang ada di Kabupaten Bekasi bisa merangkul Penyuluh sesuai dengan spesialisasinya. Yang pada dasarnya Penyuluh bisa meringankan pekerjaannya.

“jangan hanya kita dibutuhkan ketika mereka perlu peserta saja (dalam kegiatan mereka – red). Sementara diluar itu, tidak sama sekali,”

Mendekati kontestasi Pilkada nanti, FKPAI akan bergening bersepakat akan mendukung calon Bupati yang mau mensejahterakan Penyuluh, itu yang akan di dukung. *(TS)