TOPIKKITA.COM | BEKASI – Banjir sejak tanggal 4 Februari 2021 akibat luapan sungai Citarum dan jebolnya tanggul penahan tanah di Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi menyebabkan air meluap ke perkampungan warga di Kampung Cabang Dua dan Kampung Bugis dengan ketinggian 80cm (sepinggang orang dewasa).

Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan iklim Nahdatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Bekasi sejak pertama terjadi banjir hingga sampai saat ini masih terus peduli dan terjun langsung ke lokasi – lokasi terjadinya banjir, seraya menyebar anggota-anggota lainnya untuk membantu dan mendistribusikan donasi-donasi bantuan baik dari swadaya kalangan warga Nahdliyyin maupun para donatur yang tidak mengikat ke berbagai kecamatan lainnya yang terkena banjir.

Hari ini, Sabtu (13/02/2021) LPBINU bersama Pemuda Ansor dan Banser NU serta PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) kembali menyalurkan bantuan donasi yang didapat dari salah seorang anggota DPR-RI, drg. Putih Sari  dalam bentuk 500 kantong sembako yang berisi beras 5 kg, sarden, minyak goreng, gula pasir dan mie instant untuk dibagikan langsung ke warga terdampak banjir di Kecamatan Cabang Bungin dan Kecamatan Muara Gembong.

Ketua LPBINU Kabupaten Bekasi, Ahmad Cucung mengucapkan terimakasih kepada Dewan DPR-RI drg. Putih Sari melalui Paguyuban UMK Gramapuri Cibitung yang telah mempercayakan kepada Relawan NU Care Peduli Banjir untuk menyalurkan paket sembako tersebut di 3 Desa, yaitu Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabang Bungin, Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muara Gembong.

“kami berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, hal ini adalah banjir langganan. Perlu ada program pembangunan yang strategis dalam upaya mencegah atau meminimalisir terjadinya banjir yang terjadi setiap tahun. Pemerintah harus melakukan Pengurangan Resiko Bencana (PRB), Riset dan Pengembangan Kedaruratan Bencana, Optimal Normalisasi, Optimal Reboisasi, Penghijauan Daerah Hulu, Optimal Pembuatan Turap pada tanggul sepanjang sungai Ciherang, agar agar di tahun berikutnya tidak menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Karana dampak dari banjir sangat jelas, bisa melumpuhkan ekonomi dan kesehatan,” tutur A. Cucung. (Tfk)

BACA JUGA :  Fatayat NU Lantik 'Forum Da’iyah Fatayat' Sekaligus Launcing Program ‘Nyantri Keren’