TOPIKKITA.COM | BEKASI – Kegiatan galian kabel fiber optik di sepanjang jalan raya Pilar- Sukatani milik PT. Mora Telematika Indonesia (Moratel) sedang dalam tahap pelaksanaan. Keberadaan penggalian tersebut menjadi pertanyaan segenap kalangan lapisan masyarakat, dikarenakan mengganggu aktifitas warga sekitar. Galian tersebut menutupi akses jalan masuk warga yang berdagang di sepanjang jalan.

Sesuai dengan aturan, bahwa penggunaan ruang bahu jalan Kabupaten, seharusnya mendapatkan ijin dari Bupati Kabupaten Bekasi, namun saat dipertanyakan oleh awak media, mandor (Kepala Tukang) Ino saat di wawancara menunjukkan rekom dari dinas PUPR Kabupaten Bekasi, dan saat diteliti ternyata rekom tersebut sudah mati, karena telah habis masa waktunya.

Ino kepala tukang mengatakan, “saya hanya kepala tukang yang tidak paham terkait ijin-ijinnya, karena itu urusannya atasan saya, pak Yusuf. “Saya hanya ngurusin tenaga kerja saja,” Terangnya, Kamis (27/08/2020).

Endang Susana salah satu pengawas yang di tunjuk oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, saat di konfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, “Iya, kita harus punya toleransi bang, meskipun rekomnya sudah mati biarin saja tetap dilanjutkan. Kita punya rasa kasihan bang,” ucapnya.

Saat ditanya oleh awak media, apakah jika rekom yang sudah habis masa berlakunya dan bisa diizinkan terus berjalan proses pekerjaannya, hal demikian salah atau tidak ? Dirinya mengakui “emang betul salah, dan harus di perbaharui tapi kasihan sama yang kerja.” Jawab Endang.

Endang Susana, pengawas dari dinas PUPR

Rupanya tidak hanya di Jl. Raya Pilar- Sukatani, PT. Moratel saat ini juga sedang melakukan penggalian kabel fiber optik di beberapa wilayah kabupaten Bekasi lainnya secara besar besaran, namun masih banyak kejanggalan dalam perizinannya. Karena seharusnya, izin penggalian kabel fiber optik yang sudah habis masa berlakunya harus diperpanjang, sehingga aturan, wajib dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Sant)