TOPIKKITA.COM|KABUPATEN BEKASI, Dengan berjalannya program pemerintah Indonesia dalam hal pemberian Vaksin Sinovac sebagai penangkal Wabah Virus Covid-19 yang melanda seluruh Negara.

Penyuntikan vaksinasi oleh pemerintah untuk masyarakat indonesia di gratiskan dan diharuskan sesuai dengan Perpres Nomor 14 Tahun 2021 diteken oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 Februari 2021, dan resmi berlaku sehari kemudian. Isi perpres tentang vaksinasi corona ini mengubah sebagian ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020. tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, akan tetapi sangat di sayangkan dari Instansi Kesehatan yang berada di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yaitu Puskesmas Pebayuran buruknya pelayanan dan memungut bayaran kepada masyarakat, dari salah seorang petugas kesehatan yang mengatakan bahwa vaksinasi itu mahal 200 ribu sampai 300 ribu perorang dan untuk vaksin harus 10 s/d 11 orang. Jum’at 19/03/2021.

Adanya kejadian tersebut sangat di sayangkan sekali, sebagai petugas kesehatan yang diketahui juga sebagai bidan bernama Dwi tersebut berbicara seperti itu, bukannya mendukung program Pemerintah Pusat untuk masyarakat agar terbebas dari wabah penyakit yang berbahaya supaya segera hilang dari bumi pertiwi malah melakukan tindakan yang tidak terpuji sebagai pelayan kesehatan.

Hal ini dialami langsung oleh nara sumber, Hendra Gustar (36) warga Kampung Kobak Pasir RT 01/01 ketika dihubungi oleh awak media TOPIKKITA.COM.

“Siang tadi kami mau disuntik Vaksin kami berangkat ke puskes lima orang, setibanya diruang vaksin saya bilang sama petugas puskemas Pebayuran kalau saya mau vaksin, katanya harus 10-11 orang, karena kami Cuma berlima, jadi saya sanggup untuk cari enam orang lainnya yang mau divaksin, namun ada salah seorang petugas pebayuran yang mengatakan, vaksin itu mahal pak, 200-300 ribu perorang, saya jawab kalo harus bayar saya siap bayar untuk lima orang yang datang kepuskemas yang bersama saya, namun yang bikin saya kecewa penyampaian dari petugas tersebut sangat tidak mengenakkan” jelas Hendra

Saat awak media mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Pebayuran Heni Fatmasari dirinya mengatakan “Sudah clear bapa, itu hanya salah paham, krn kmi infokan prosedur ,, saya rasa kesalahan kami Cuma sedikit knp kerja kami slama pandemic menjadi gugur seperti tidak ada benarnya, ini nnti kami mau ke kadesnya” tulisnya melalui pesan whatsapp.

BACA JUGA :  BIN Bekerjasama Dengan Pemdes Karangsari Lakukan Vaksinasi Dengan Cara Door To Door Sambil Bagikan Sembako

Dirinya menambahkan “ini malah keluarganya ada diruangan saya untuk vaksin kedua” lanjut Heni

Kepala Puskesmas Pebayuran Heni Fatmasari

Seperti yang dikutip dari halaman website resmi   covid-19.go.id

https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/vaksin-covid-19-gratis-dan-tanpa-syarat

Bahwa pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat diberikan gratis dan tanpa syarat.

Bahkan dalam Video berdurasi 0.24 Detik tersebut adanya kutipan dari Pernyataan Presiden Joko Widodo yang berbunyi “setelah menerima masukkan dari masyarakat dan setelah kalkulasi ulang melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan Negara dapat saya sampaikan Vaksin COVID-19 untuk masyarakat GRATIS”. (Sant)