TOPIKKITA.COM | BEKASI – Hari pertama berpuasa pada bulan suci Ramadhan, warga Kp. Rukem RT.01/05 Desa Jatireja, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sangat antusias memberikan jamuan makanan untuk berbuka puasa para santri yang mukim di pesantren Darut Taufiq yang berada dilingkungan tersebut.

Sudah rutin setiap tahun saat bulan suci Ramadhan, menjelang berbuka puasa para santri bersama pengasuhnya, Ust.Taufik beserta istri dan ustadz pendamping lainnya melakukan tadarus Al-Qur’an, dzikir dan doa bersama menjelang detik-detik waktu buka puasa.

Hari pertama buka puasa, menu makanan disediakan oleh warga sekitar dengan sukarela, yaitu Ibu Elis/bp. Aris dan Ibu Mamah/Bp. Acep dengan tujuan bersedekah kepada para anak-anak santri khususnya anak – anak yatim piatu.

Setelah berkumandang adzan Magrib, sajian berupa air teh manis hangat menjadi minuman awal sebagai pembuka puasa. Dan setelah shalat Magrib berjama’ah, goreng bakwan, es buah dan bubur ayam disantap dengan lahab oleh para santri dengan suasana gembira dan suka cita.

Sedangkan untuk makan nasi dengan lauk pauknya yang disediakan oleh Ibu pengasuh pondok, disantap lagi oleh para santri setelah shalat sunnah tarawih dan tadarus al-Qur’an sekitar pukul 22.00 WIB.

Ibu pengasuh pondok, Ustadzah Lilis Maesaroh (istri Ust. Taufik) mengatakan, bahwa biasanya yang sudah-sudah tiap bulan Ramadhan para santri begitu usai shalat Magrib langsung makan, karena bagian dari sunnah Rasul agar menyegerakan berbuka.

Santri, ananda ‘Faris’ (yatim piatu) sedang tadarus Al-Qur’an usai shalat tarawih

“tapi karena ini ada yang memberi bubur ayam, jadi mereka sudah merasa kenyang,” ujar Bu Nyai.

“Kami sangat gembira sekali dan berterimakasih, karena warga sekarang sudah mulai faham hikmah bersedekah memberi untuk berbuka puasa bagi para santri. Insya Alloh, sebagaimana sabda Rasul, bahwa orang yang bersedekah untuk berbuka puasa, maka orang tersebut juga akan mendapatkan pahala puasanya sebanyak orang yang menikmati pemberian sedekahnya,” terangnya.

“Kami berharap, dimulai dari Ibu Elis dan Ibu Mamah, agar bisa menggugah warga yang lainnya agar bisa turut bersama-sama peduli kepada anak-anak kita khususnya yatim piatu yang mukim ditempat kami. Insya Allah dengan bersedekah, maka bisa menjadi tolak bala’ dari berbagai bencana yang akan menimpa kepada kita dan bisa menjadi wasilah memudahkan dan menambah rizki,” pungkas Bu Nyai.

BACA JUGA :  Sekolah Albayani Bersama Wali Murid Galang Donasi Banjir

Sebagai informasi, bahwa saat ini Majlis Pesantren Darut Taufiq berencana akan membangun asrama sederhana untuk santri laki-laki. Karena saat ini antara laki-laki dan perempuan menempati satu bangunan yang hanya ditutup oleh penghalang dari GRC. Mengingat usia anak-anak yang perempuan sudah mulai ada yang beranjak remaja dan sudah menstruasi atau haid, maka secepatnya perlu dipisah untuk kenyamanan dan ketertiban para santri. *(Fikri)