Material yang diduga limbah B3 di lokasi pabrik batako

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Bahan material yang termasuk dalam kategori limbah berbahaya dan beracun (B3) hanya dapat disimpan, diangkut, dan dimanfaatkan oleh perusahaan yang telah mendapatkan izin dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Namun apa jadinya jika Perusahaan malah menjual Material Limbah B3 kepada Perusahaan yang tidak memiliki Izin Pemanfaatan limbah B3 dan secara sembarangan meletakan limbah tersebut di ruangan terbuka tanpa atap, alas, serta dinding. Tentu sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar ketika limbah tersebut terkena air hujan, yang kemudian meresap kedalam tanah. Tentunya air dalam tanah tersebut akan tercemar dan menjadi sumber penyakit ataupun racun bagi warga masyarakat yang menggunakan air tersebut.

Namun itulah fakta yang terjadi di sebuah Pabrik Batako yang berada di Kampung Kempes, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik yang tidak memiliki plang papan nama ini disinyalir menggunakan material bahan baku dari Limbah B3 yang berasal dari PT. Tenang Jaya Sejahtera yang berdomisili usaha di Kabupaten Karawang dapat dengan mudah dibeli tanpa ada embel-embel izin apapun dari instansi yang berwenang.

Ican Silaban (penjaga pabrik)

Menurut pengakuan penjaga pabrik batako, Ican Silaban mengatakan, “bahan material ini dibeli dari PT. Tenang Jaya yang di karawang. Saya kalau butuh, telepon ke supirnya. Nanti langsung diantar. Diantarnya juga malam hari pake mobil truk. Kemarin 2 truck, belakang mobilnya ditutup pake terpal,” singkatnya ketika di konfirmasi awak media. (sant)