TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Warga Gangpos, Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merasa resah dengan keluarnya cairan hitam di sungai Kalenderwak. Cairan tersebut diduga keluar dari saluran gorong – gorong pembuangan air milik PT. MULTISTRADA yang terhubung ke sungai Kalenderwak yang banyak dimanfaatkan airnya oleh masyarakat guna mengairi pesawahan dan kebutuhan sehari – hari masyarakat.

Dari pantauan awak media di lokasi, cairan yang keluar tersebut berwarna sangat hitam pekat dan berminyak. Diduga limbah cairan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Ketua RT 01/02, Suhandi mengatakan, “setau saya keluar cairan hitam seperti itu pas musim hujan saja, tapi ini pas musim kemarau kaya gini ko’ cairan hitam itu keluar. Nah saya ini baru tau dari masyarakat saya, bahwa cairan hitam itu keluar dan ada burung yang jatuh ke air itu, terus ga bisa terbang lagi, lalu mati. Yang jelas, cairan ini keluarnya dari perusahaan, dan cairan ini tuh sudah sering keluar seperti ini mulai dari terbentuknya PT. MULTISTRADA,” ujarnya, RT yang biasa disapa bang Legod. Senin (03/08/2020).

“Harapan saya, tolong diperhatikan masyarakat saya, jangan sampai masyarakat saya ini kena dampaknya. Misalnya air itu mengalir lalu digunakan oleh masyarakat, kemudian jadi gatal – gatal, dan bisa juga menjadi gagal panen untuk sawah yang digarapnya. Tolong perhatikan masyarakat dan pedulikan masyarakat saya,” pinta RT Legod.

Tokoh pemuda setempat, Nanang / Emon, mengatakan, “hal ini sudah kesekiankalinya terjadi. Pada saat sebelumnya terjadi kaya gini, sudah saya buat laporan ke pihak perusahaan, tapi tidak ada kelanjutan dari pihak perusahaan. Sekarang terjadi lagi. Barusan ketika teman-teman laporan ke saya, saya langsung lapor lagi ke pihak perusahaan agar cepat ditanggapi. Tapi kata pihak perusaan, iya, nanti di follow up lagi. Karena ini sangat meresahkan warga, terutama warga Gangpos dengan adanya air seperti ini,” ucapnya.

Baca Juga :

Warga Demo Soal Sungai Tercemar, Pihak Terkait Buat Kesepakatan

Sejak Lama Air Sungai Cilemahabang Tercemar, Warga Tuntut Bupati Usut Pelaku

“Kami sebagai warga RT.01/02, hususnya Gangpos, kami juga ada OKP kepemudaan, harapan kami kedepannya jangan sampai terulang lagi, kalo kita ngga follow up cepat-cepat, imbasnya nanti ke lingkungan terutama khususnya sungai ini, nanti dampaknya kan kehidupan di sungai ini ngga ada. Ikan-ikan pun nanti pada mati dengan limbah kaya gini. Ini harus segera kita sikapi, kalau kitanya diam, perusahaanpun bakal diam juga,” ungkap Nanang.

Ketika awak media berusaha mendatangi untuk konfirmasi ke pihak PT. Multistrada, petugas keamanan (security) mengatakan, bahwa pihak managemen belum bisa di konfirmasi, karena sedang ada rapat. Jumat (14/08/2020).

(Fadli/Red)