TOPIKKITA.COM | BEKASI – Kyai Atok ajak masyarakat berwakaf tunai untuk pendirian NH Klinik dalam acara munggahan kubro dan haul sesepuh pesantren. Berbeda dari biasanya, acara haul sesepuh pesantren dan munggahan kubro dalam menyambut bulan suci Ramadan 1442 Hijriah digelar terbatas di lingkungan pondok dan disiarkan langsung melalui akun instagram @nurulhudasetu pada Sabtu, 10/04/2021.

Haul adalah tradisi yang telah lama mengakar di nusantara, terlebih di pondok pesantren. Sebagai produk kebudayaan, pesantren senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi. Hal ini, sebagai kecerdasan para kyai untuk menyebarkan ajaran Islam melalui sesuatu yang sangat dekat dan melekat dengan masyarakat, yakni budaya.

Munggahan merupakan kebudayaan yang lahir di nusantara khususnya masyarakat Sunda dengan nilai filosofi yang dalam. Munggahan berarti naik ke derajat yang lebih tinggi. Setelah kita mempersiapkan diri dan menyucikan hati selama bulan Rajab dan Syakban, kini waktunya untuk menaikkan orientasi hidup menjadi manusia yang bertakwa dengan penyerahan total kepada kehendak Allah SWT. melalui puasa di bulan Ramadan.

Melalui sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu Bekasi, KH. Atok Romli Musthofa menjelaskan bahwa Nurul Huda sebagai pesantren akan senantiasa konsisten dan terus bergerak dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin Tidak hanya itu, Pesantren Nurul Huda juga peduli akan permasalahan serta tantangan sekarang dan masa yang akan datang.

“Salah satu potensi dan tantangan dewasa ini, yakni pengelolaan dana abadi umat berupa wakaf tunai perlu dimanajemen dan kelola dengan profesional. Bahkan, dari sumber NU Online, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi wakaf Indonesia yang menurut Presiden Joko Widodo mencapai Rp2.000 triliun per tahun. Hal ini meliputi wakaf benda tidak bergerak, maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang. Potensi wakaf uang sendiri bisa mencapai Rp188 triliun,” katanya.

Menurut Kiai Atok, potensi besar dana umat ini perlu dikoordinir, disalurkan dan diolah dengan profesional. Oleh karenanya, Yayasan Nurul Huda Setu sebagai lembaga yang telah disahkan oleh Badan Wakaf Indonesia siap untuk mengemban amanah sebagai Nadzir wakaf uang. Hal ini, merupakan wujud keseriusan Pesantren Nurul Huda dalam ikut serta mengisi pembangunan di Indonesia.

BACA JUGA :  TNI Kerahkan Seluruh Potensi Antisipasi Virus Corona

“Melalui wakaf tunai ini, program kebermanfaatan untuk masyarakat secara nyata akan dibangun juga NH Klinik sebagai bentuk kepedulian dalam bidang kesehatan. Dan, tentunya akan banyak program-program kemanusiaan lainnya bisa direalisasikan dari hasil wakaf tunai,” jelasnya.

Kiai Atok juga mengajak sukseskan gerakan wakaf uang demi kemaslahatan umat.

“Oleh karenanya, mari bersama gerakkan wakaf uang (tunai) untuk kemaslahatan umat,” ajaknya.

Meskipun acara dilaksanakan dengan segala keterbatasan, acara berlangsung secara khidmat dan khusyuk dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, shalawatan, khataman Al-Quran, tahlil, dan doa penutup.(Kepi/LTN)