TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Warga Kampung Binong RT.01/03 Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi di kagetkan dengan kedatangan polisi guna mengkroscek dugaan adanya pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang di tampung pada area lahan kosong milik seorang warga (Karto). Jumat (10/04/2020).

Tumpukan bubuk limbah hitam pekat yang terbungkus karung itu difungsikan untuk menimbun kubangan kosong (bekas kobak empang-red).

Menurut penuturan salah seorang warga yang namanya tidak mau disebut, mengatakan, bila kondisi limbah tersebut terkena hujan, kemudian esoknya cuaca panas, mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Kepala Dusun 01 Jatireja, Nanda alias Negle, selaku fasilitator antara orang yang menyewa tanah/pembuang limbah dan pemilik lahan, dirinya mengatakan bahwa tidak tau menau kalau limbah yang di buang itu adalah mengandung B3.

“Saya ga tau itu limbah B3 atau bukan. Saya hanya fasilitator,” ucap Nanda.

Perlu diketahui (red), seandainya benar limbah tersebut adalah B3 maka dampaknya sangat berbahaya. Karena limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat yang beracun dan berbahaya sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainnya.

Bagi yang menyalahi aturan terkait pengelolaan limbah B3, maka telah melanggar UU no.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan kategori kejahatan lingkungan.

Ketentuan pidana dalam hal pengelolaan limbah B3, salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Tim kepolisian saat tinjau lokasi

Terkait dugaan limbah B3 tersebut diatas, saat ini pihak polisi satuan penanganan Krimsus Polres Metro Kabupaten Bekasi telah memasang pembatas polisline guna melakukan penyidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, kedepan masih akan dilakukan konfirmasi kepada pihak – pihak terkait, mulai Desa, Kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup. *(red)