Bripka Acep Mirta layani ananda Ahmad Alghozali (salah satu pengunjung) untuk foto bersama pasca santap kuliner di wisata Kawung Tilu

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, dengan diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah dan bagi masyarakat yang sudah terlanjur mudik, sepulangnya harus dilakukan swab antigen demi mencegah dan mengatasi wabah virus covid-19 agar tidak menularkan ataupun terpapar bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Hal ini terus digencarkan oleh para petugas penanganan covid-19 khususnya di Kabupaten Bekasi maupun secara nasional bahkan mendunia.

Sebelum hari raya dan sampai saat ini pemerintah juga masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat diberbagai macam hal, baik dalam hal sosial, keagamaan, pekerjaan, juga tak luput dalam hal tempat pariwisata. Bahkan para petugas kepolisian masih pada suasana libur hari raya saat itu sempat menutup paksa dan membubarkan para pengunjung di area beberapa tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Bekasi dikarenakan membludaknya jumlah pengunjung sehingga membuat banyaknya kerumunan yang dihawatirkan bisa membuat adanya penularan virus covid-19.

Akan tetapi bagi tempat-tempat pariwisata yang mematuhi aturan dari pemerintah dengan membatasi jumlah pengunjung dan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, maka diperbolehkan. Salah satunya yaitu tempat Wisata Kawung Tilu Bojong Rangkas yang ada di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Wisata alam Kawung Tilu ini dengan harga tiket sangat murah meriah buka setiap hari Selasa sampai Minggu masih menjadi faforit untuk hiburan keluarga, walaupun memang didominasi oleh para kalangan muda mudi karena suasana alam yang indah dan banyaknya penataan artistik tradisional sehingga banyak para pengunjung melakukan foto selvi.

Menariknya kalangan keluarga mendatangi tempat ini, selain sebagai tempat bermain anak dengan berbagai fasilitasnya, salah satunya juga bisa membahagiakan si buah hati sambil mengedukasi pembelajaran pengenalan alam dengan memberikan makan kepada hewan – hewan peliharaan di taman rusa, taman kelinci, melukis gambar, latihan memanah, menaiki mobil off road mini dan lain – lain sebagainya. Termasuk aneka macam kuliner tradisional dengan harga yang sangat ekonomis sambil mendengarkan alunan musik live membuat para pengunjung larut dalam kenikmatan dengan suasana nyaman, lupa untuk pulang.

BACA JUGA :  Polsek Cikarang Timur Giat Vaksinasi Massal di Kelurahan Sertajaya

Selain berbagai macam hal tadi, salah satu yang menjadi daya tarik keluarga berkunjung ke tempat ini, adalah adanya bapak polisi yang ramah anak, sehingga tak jarang banyak sekali anak – anak maupun keluarga yang ingin foto bersama dengannya. Sebagaimana yang dialami oleh ananda Ahmad Alghozali / Ahal (4 tahun) putra dari Ibu Lilis bersama keluarganya salah satu pengunjung lokal warga Desa Jatireja, Cikarang Timur, mengaku sangat senang melihat anaknya akrab menyapa dan mau foto bersama dengan bapak polisi.

“anak saya di rumah sering nanya, kalau polisi itu galak atau tidak..?, saya jawab, ga.., polisi itu baik – baik, kecuali sama penjahat”, ujar Ibu Lilis. Sabtu (22/05/2021).

Masih lanjutnya, “eeh pas disini melihat ada bapak polisi yang berjaga sangat ramah dan mau menyapa anak – anak, sampai saat diajak salaman, pak polisinya dicium pipi kanan kiri dan keningnya oleh Ahal, sehingga banyak para pengunjung terpusat perhatiannya tertawa – tawa menyaksikan keakraban anak saya, padahal baru kali ini ketemu,” ujarnya.

Polisi tersebut adalah Bripka Acep Mirta yang ditugaskan untuk pengamanan lokasi pariwisata Kawung Tilu wilayah hukum Polsek Cikarang Timur dibawah komando Polres Metro Kabupaten Bekasi.

Dari keterangan beberapa warga Desa Cipayung sekitar area pariwisata, Bapak Acep Mirta memang dikenal sebagai Polisi yang sangat ramah dan akrab dengan masyarakat. Ia juga sebagai petugas Bhabinkamtibmas di Desa Cipayung.

“saya hanya berusaha menjalankan tugas membuat bahagia dan rasa aman bagi setiap masyarakat, tak terkecuali kepada anak – anak sekalipun,” cetus Bripka Acep.

“Polisi bukan harus ditakuti apalagi dibenci, polisi memang bertugas menciptakan rasa aman, mengayomi dan melindungi juga menjaga ketertiban lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Bripka Acep berpesan, agar masyarakat selalu patuhi protokol kesehatan dimanapun berada.

“pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan.” tegas Acep. *(red)