TOPIKKITA.COM | BEKASI – Klarifikasi Kucep Pelaksana Kerja (PJ) Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi, perihal beredarnya pemberitaan di media online tentang Jamhuri (85) dan istri yang tidak mendapatkan bantuan di tengah pandemi Covid 19.

Kucep menjelaskan, bahwa saudara Jamhuri dan istri telah terdaftar di bantuan BNPT dan KIS sejak 2018, jadi dirinya tidak di masukkan dalam pendataan penerima bantuan sosial lainnya agar tidak terjadi data penerima tumpang tindih dan untuk kelayakan tempat tinggalnya pun sudah diajukan ke program Rutilahu.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk pendataan bansos yang terdampak pandemi Covid -19. Saya sendiri yang akan turun kelapangan untuk memastikan,” jelas Kucep kepada Topikkita. Senin (11/05/2020).

PJ Kucep melanjutkan, “untuk keluarga Jamhuri sendiri telah kami pikirkan dan akan kami berikan bantuan swadaya mandiri di luar bansos. Semoga semua berjalan lancar dan pandemi Covid-19 bisa cepat selesai. Semoga kita semua di beri kesabaran dan kesehatan agar amanah jabatan ini bisa saya emban dengan sebaik baiknya,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Serang Baru, Subarnas saat di konfirmasi melalui seluler mengatakan, ada kesalahpahaman dalam komunikasi.

“Saya langsung kroscek. Ternyata keluarga Jamhari dan istri sejak 2018 sudah mendapat program BPNT. Semua lapisan masyarakat harus turut serta bahu membahu saling tolong menolong dan gotong royong di dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jaga kesehatan, sesering mungkin cuci tangan, gunakan masker, sosial distanting dan fisikal distantingnya selalu terapkan agar kita semua segera dapat menghentikan penyebaran Covid-19.” Pungkas Camat. *(AM)