TOPIKKITA.COM|BEKASI, Setelah mengalami musibah banjir yang melanda beberapa desa yang di lewati bantaran aliran Sungai Cibitung Bekasi Laut (Kali CBL), Beberapa Kepala Desa berkumpul dijembatan wilayah perbatasan Desa Sukajaya dan Desa Kalijaya, Rabu, 25/3.

Tampak diantaranya Kepala Desa Sukajaya,  Kepala Desa Muktiwari, Kepala Desa Sukajadi, Kepala Desa Sukakerta, Kepala Desa Sukabudi dan Kepala Desa Sukawangi dalam rangka  membendung aliran air Kali CBL dengan harapan agar air yang mengalir dapat menyuplai persawahan melalui saluran irigasi dibeberapa kecamatan diantaranya kecamatan Cibitung, kecamatan Sukatani, kecamatan Sukakarya, kecamatan Tambelang dan kecamatan Sukawangi,

Kepala Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi Iim Imanudin saat ditemui awak media di lokasi pinggir kali CBL mengatakan “Saat ini masyarakat yang mata pencariannya adalah petani sangat memerlukan air untuk mengairi sawahnya namun saat ini sawah yang tengah dipersiapkan untuk menanam padi malah kekurangan air untuk sawahnya, sehingga kami sebagai para Kepala Desa berinisiatif untuk membendung kali CBL agar dapat memenuhi kebutuhan para petani yang berada di beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Cibitung, Sukatani, Sukakarya, Tambelang, Sukawangi bahkan Muara Gembong, dapat suplai air dari Kali CBL ini. Jelasnya kepada awak media.

Iim Imanudin yang akrab di panggil Lurah Pitung ini menambahkan “Bendungan darurat ini diharapkan dapat mengisi saluran irigasi yang mengarah kesawah-sawah masyarakat sehingga mereka dapat bercocok tanam tanpa khawatir kekurangan air”. jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sukajaya Amang, yang membeberkan ” Ini sebagai bentuk solidaritas kami para Kepala Desa di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi bahwa masyarakat saat ini serba salah, disaat musim penghujan selalu kebanjiran karena limpasan air dari kali karena rendahnya tanggul penahan air, namun saat musim kering malah kekurangan air karena tidak adanya bendungan sebagai penahan debit air, untuk itu kami para Kepala Desa berharap adanya perhatian dari Pemerintah baik Daerah maupun Pusat dan BBWS agar dapat memperhatikan masalah ini”.

Kepala Desa Sukakerta Disan juga turut menambahkan “Kegiatan ini dilakukan secara swadaya untuk solusi atas keluhan para petani akibat kurangnya suplai air yang mengairi sawah dibeberapa wilayah yang sumber air untuk sawahnya dari aliran air Kali CBL, saat ini kami dari desa Sukakerta patungan dengan Kepala Desa Jayabakti, dan kami sudah membeli sekitar 140 batang kayu jenis Dolken untuk ditanam ditengah aliran air Kali CBL dan mungkin dari Desa lainnya patungan untuk batu dan coran agar dibuat bendungan darurat agar dapat menahan debit air supaya dapat mengalir kesaluran irigasi yang sudah ada” tutup Disan.

BACA JUGA :  Kepala Desa Angkat Bicara Soal Warganya Mendemo Perusahaan

Pantauan wartawan Topikkita.com dilokasi masyarakat bahu membahu memasang kayu Dolken untuk dibuat penahan debit air yang mengalir deras disekitar Kali CBL. (Sant)