H.Satim Widodo, S.Ag, MM, (berbaju putih) Ketua Pokjaluh Kemenag Kab.Bekasi

TOPIKKITA.COM | Bekasi – Sebanyak 41 orang anggota Penyuluh Agama Islam Non PNS dari 5 kecamatan (Cikarang Timur, Cikarang Utara, Karang Bahagia, Pebayuran dan Kedung Waringin) mengikuti kegiatan Supervisi dan Pembinaan yang di adakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kemenag Kabupaten Bekasi. Hal ini di adakan di ruangan Masjid Jami’ “An-Nur” Kampung Pacing, Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Rabu (13/11/2019).

Kegiatan yang di lakukan selama satu hari ini dimulai sejak pukul 09.00 Wib hingga menjelang waktu Dzuhur bertujuan untuk meningkatkan mutu kualitas para penyuluh agama non PNS agar bisa lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya di tengah – tengah lingkungan masyarakat.

Ketua Pokjaluh, H.Satim Widodo, S.Ag, MM, dalam pengarahannya menyampaikan, “Bahwa kita sebagai Penyuluh Agama memiliki 4 fungsi :

Pertama : Sebagai Informatif, kita sebagai penyuluh agama harus bisa memberikan informasi kepada masyarakat dengan bahasa yang lembut dan damai sesuai tuntunan Al Qur’an. Jangan malah kebalikannya menjadi provokatif yang bisa memecah belah kerukunan masyarakat.

Yang Kedua, fungsi Edukatif, sebagai Pembelajaran. Mengajarkan masyarakat dengan cara sentuhan hati.

Ketiga, fungsi Advokatif (pendampingan). Yaitu pendampingan kepada masyarakat dalam masalah hukum dengan cara menyejukkan hati.

Dan terakhir yang ke empat, fungsi Konsultatif, yaitu membuka wahana konsultasi kepada masyarakat. Jelas H.Satim dihadapan para penyuluh agama non PNS.

Satim juga menegaskan, bahwa kita sebagai penyuluh, harus bisa berada pada posisi di tengah – tengah, agar bisa merangkul dari berbagai kalangan. Kita juga harus bisa menjadi pemersatu dan harus berani mewakafkan diri kita kepada masyarakat untuk “Li Ila Kalimatillah.”

Kepada para penyuluh non PNS, Satim Widodo juga memaparkan dan menegaskan kepada tiap – tiap bidangnya, mulai bidang Pemberantasan Buta Huruf Al Qur’an, Keluarga Sakinah, Kerukunan Umat Beragama, Radikalisme dan Aliran Sempalan, HIV dan Narkoba, bidang Zakat, Wakaf, juga Produk Halal, agar para penyuluh betul – betul bisa memaksimalkan fungsinya di masyarakat.

Sebagai informasi, Satim mengatakan, di awal tahun 2020 nanti bagi para penyuluh yang terpilih kembali maka SK nya bertambah menjadi lima tahun, yang sebelumnya hanya tiga tahun. *(TS)