Aris Adi Leksono, Wakil Ketua PP PerguNU

TOPIKKITA.COM | Jakarta – Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) mendapatkan undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk bersilaturahmi dengan Mendikbud, Nadiem Makarim. Bersama organisasi profesi lainya, PERGUNU hadir dengan membawa sejumlah gagasan untuk mewujudkan mutu guru dan sistem pendidikan yang unggul dan kompetitif, dengan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal. Senin (04/11).

Wakil Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Aris Adi Leksono usai pertemuan dengan Mas Menteri Nadiem Makarim merasa tidak menangkap visi sang leader pendidikan. Hal itu dibuktikan saat memberikan pengantar forum silaturrahmi, beliau menyampaikan masih belajar dan mengajak bersama-sama belajar untuk membenahi, mengembangan atau merevolusi sistem pendidikan di Indonesia.

“Kami berterimakasih sudah dilibatkan dalam forum silaturahmi antara Organisasi Profesi dan Mas Menteri, tapi sayang kami tidak menangkap visi besar untuk memajukan pendidikan Indonesia yang penuh dengan kompleksitas. Apapun argumennya visi seorang leader itu penting, untuk menumbuhkan optimisme bagi masyarakat pendidikan. Memang betul banyak tipologi kepemipinan, tapi semuanya pasti punya visi awal, terlepas benar atau salah visi tersebut, akan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat pendidikan Indonesia”, terang Aris kepada media usai forum silaturahmi.

Lebih lanjut, Aris menuturkan dalam teori apapun, visi dan misi dalam menajemen sangat penting, karena dari visi dan misi tersebut pengorganisasian akan berjalan secara sistematis, terarah, dan terukur. Menurutnya, menyerap aspirasi dari bawah, penting, tapi kendali mutu yang berkelanjutan tetap harus diperhatikan oleh seorang pimpinan. Karena pemimpin adalah gugus depan perubahan, apalagi menyangkut nasib bangsa dan negara melalui pendidikan.

“kita semua faham bahwa semua pendekatan manajemen, visi seorang pemimpin sangat penting, bawahannya mengembangkan menjadi misi dan tujuan yang jelas, terukur, dan terarah. Menyerap aspirasi adalah salah satu metode menyelesaikan masalah, tapi mengawali dengan menjelaskan visi dan misi sebagai seorang pemimpin menjadi sangat penting”.

Lanjut Aris, oleh karena itu, PerguNU berharap Nadiem Makarim segera bergerak cepat untuk merevolusi visi dan misi pendidikan Indonesia, melakukan tindakan-tindakan yang strategis untuk menjawab problem kebangsaan melalui pendidikan, sehingga sistem pendidikan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, dengan ditandai terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera, sebagimana harapan Ketua Umum PerguNU, Kiyai Asep Saipuddin Chalim.

Forum silaturahmi itu dihadiri sejumlah organisasi profesi guru dan tokoh pendidikan, seperti; PERGUNU, PGRI, FSGI, IGI, FGII, PGSI, Kiai Arifin Junaidi (Ketua LP Ma’arif NU), Bedowi (Majlis Dikdasmen Muhammadiyah), dan lainnya. *(JM)