Teguh Handoko Susilo, pencetus kaidah “Falsafah Bhinneka Tunggal Ika”

TOPIKKITA.COM | JAKARTA – Penulis buku berjudul “Falsafah Bhinneka Tunggal Ika” Teguh Handoko Susilo bersama Yayasan Pustaka Harjuna mengadakan pertemuan dengan beberapa aktifis ’98 dalam rangka Menggemmakan Falsafah Bhinneka Tunggal Ika untuk Nusantara.

Acara ini di gelar di ruang aula Kantor Sekretariat Yayasan Pustaka Harjuna Komplek Perumahan Tugu Permai blok C 5 Nomor 2 RT.09/12, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara. Selasa (19/05/2020).

Dalam temu bersama aktifis ’98 dari Forum Kumunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) yang di pandu oleh Apek Saiman, dirinya mengatakan bahwa sebagai anak bangsa sangat penting untuk memahami landasan Falsafah Bhinneka Tunggal Ika dalam hidup bernegara kesaruan di Republik Indonesia tercinta ini.

“Kita bangga dengan adanya sosok tokoh ilmuan yang telah merumuskan Falsafah tentang Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu rakyat Indonesia yang majemuk dalam berbagai kultural kedaerahan maupun agama, sehingga bisa hidup saling damai dalam NKRI. Untuk itu, kita patut mendorong pak Teguh sebagai perumus Falsafah ini agar karya bukunya bisa meluas ke seluruh nusantara sebagai acuan dan pemahaman dalam kehidupan bernegara bagi setiap warga,” terang Apek dalam prolognya sebelum sang penulis buku memaparkan tentang Falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

Sang penulis buku, Teguh Handoko Susilo yang di dampingi oleh ketua Yayasan Pustaka Harjuna, Edi Siswanto, ia menerangkan bahwa rumusan Falsafah Bhinneka Tunggal Ika ini sejatinya adalah sistem bagi filsafat Pancasila yang hingga kini belum ada. Sehingga kalau kita mengangkat Pancasila di tengah dunia filsafat dalam arti akademisi, maka Pancasila belum bisa disebut sebagai filsafat.

“Tapi sekarang sudah ada rumusan sistem filsafatnya. Baik dalam Ontologi, Epistimologi, Aksiologi serta Kusmologi. Nah, inilah yang pertamakali akan saya perjuangkan bahwa negeri ini mempunyai sistem filsafat bagi Pancasila yang bisa di angkat di tengah dunia filsafat internasional,” ujar Teguh kepada awak media di sela usai acara.

Ontologi, adalah salah satu diantara lapangan – lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno. Epistemologi, yaitu mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan. Aksiologi, merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Kosmologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama. (Red/Wikipedia).

Teguh melanjutkan, bahwa karya bukunya yang saat ini berjudul “Pengantar Falsafah Bhinneka Tunggal Ika” di dalamnya berisi Ajakan serta Ajaran. Sedangkan dalam buku selanjutnya nanti “Sistem Falsafah Pancasila atau Sistem Falsafah Bhinneka Tunggal Ika” baru dirinya akan menggelar argumentasi dan dialegtisnya. *(TS)