TOPIKKITA.COM | BEKASI, JAWA BARAT – Ramainya pemberitaan terkait Kepala Desa (Kades) Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, memark up anggaran untuk memperkaya diri sendiri yang belum lama ini diberitakan oleh salah satu media online kini berbuntut panjang dengan munculnya ungkapan salah satu aparatur desa (Dusun) bernama Nanda yang mengatakan dalam cuitan komunikasi WatsApp (WA) antara dirinya dengan Kades Suwandi yang bertanya dengan menyebut “wartawan gila” terkait siapa yang menulis berita tentang desanya.

Percakapan itu kemudian di Scrinshot oleh Dusun Nanda dan dikirimkan ke salah satu wartawan dengan tujuan menanyakan siapa wartawan yang telah menulis berita tentang Desa Jatireja.

Tidak selang lama, tampilan scrinshoot itupun menyebar dan menuai kemarahan para wartawan yang merasa tersinggung dengan pelecehan profesi yang di lindungi oleh undang – undang no 40 tahun 1999 tentang Pers.

Hingga akhirnya Puluhan wartawan baik online maupun cetak beramai ramai mendatangi kantor desa guna mengkonfirmasi perihal pelecehan profesi wartawan yang dilakukan oleh aparatur desa yang dikepalai oleh Suwandi sebagai Kepala Desa.

Menyikapi hal tersebut, akhirnya pihak Desa dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Udi Jaelani bersama pelaku pengucap kalimat itu (Dusun Nanda) di dampingi Bimaspol, Kanit Intel dan Kanit Binmas Polsek Cikarang Timur, serta Babinsa unsur TNI juga dari Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Dusun Nanda memohon maaf atas kehilapannya kepada para awak media secara terbuka, walau tanpa dihadiri Kepala Desa. Permohonan maaf ini di gelar di ruangan TP PKK Desa Jatireja. Senin (13/01/2020).

Didepan para awak media, Nanda memohon maaf secara pribadi maupun instansi atas kehilapan ucapannya, kemudian di tuangkan dalam surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi ucapan yang menghina profesi wartawan atau media. Jika hal tersebut terulang kembali, dirinya siap di proses secara hukum.

Surat pernyataan permohonan maaf itu kemudian di tandatangani diatas materai oleh kedua pihak antara Dusun Nanda dan beberapa perwakilan awak media. *(TS)