TOPIKKITA.COM | KARAWANG – PT. Jinzai Haken Indonesia (PT. JHI) yang ditunjuk sebagai Pengelola Wisata Pantai Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat banyak menuai kritik dari masyarakat, pasalnya tempat wisata tersebut dikelola secara tidak profesional.

Mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang beberapa waktu lalu telah menetapkan Perbup Karawang No. 41 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional dan Adaptasi Kebiasaan Baru untuk pencegahan pengendalian Corona Virus Desease (Covid-19) dalam hal ini ternyata tidak digubris oleh PT. JHI selaku Pengelola Tempat Wisata Tanjung Pakis, Karawang.

Hal ini tampak dengan padatnya pengunjung wisata yang berkerumun dan tidak memakai masker, ditambah lagi keamanan pengunjung sangat tidak diperhatikan oleh pengelola. Terbukti dengan tidak adanya rambu-rambu larangan ataupun himbauan di sekitar pantai serta tidak adanya jaminan keamanan dari Pos Guard (Penjaga Pantai) dilokasi tempat pengunjung yang berwisata sambil berenang di pantai yang kotor dengan air sangat keruh yang biasanya ada bangunan pos yang tinggi di bibir pantai guna memantau situasi kondisi keselamatan para pengunjung terhadap hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.

Setiap pengunjung masuk, dikenakan retribusi karcis sebesar Rp. 10.000/orang yang dipungut oleh pengelola pantai di pintu masuk, padahal beberapa waktu lalu telah terjadi insiden tewasnya seorang pengunjung anak-anak berinisial KD berumur 7 tahun (31/07) akibat tenggelam dan terseret arus ombak tanpa ada tindakan pencegahan dan pertolongan dari pihak pengelola. Sehingga korban tewas mengenaskan.

Sebelumnya, awak media Topikkita.com mengkonfirmasi Masuri orang tua KD korban tewas akibat tenggelam Jumat (08/08) di kediamannya Perum Bumi Kahuripan Indah (BKI) Desa Sukahurip, Kec. Sukatani, Kab. Bekasi, Jawa Barat, dalam keterangannya Masuri mengatakan bahwa, “dengan adanya kejadian yang menewaskan anaknya, pihak keluarga tidak akan menuntut. Karena sudah diberikan uang kerohiman sebesar 2 juta rupiah dan sudah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut dengan pihak pengelola.

“Saya dari pihak keluarga memohon kepada semua masayarakat jangan mempublikasikan foto almarhum (anaknya-red) di medsos (media sosial), karena akan membuat trauma istri saya,” pintanya.

Atas kejadian tersebut, ketika awak media topikkita.com bersama beberapa awak media lainnya mencoba untuk konfirmasi kepada pihak pengelola pantai, Tarman, selaku Kordinator Pengelola Pantai Tanjung Pakis, dirinya menolak untuk bertemu dengan awak media ketika diminta keterangan terkait diabaikannya peraturan protokol kesehatan di lokasi wisata yang sudah ditetapkan pemerintah dalam penanganan covid-19.

“Kalau abang mau ketemu, nanti saja saya mau ke tambak,” jawabnya dengan ketus. Minggu (09/08/2020).

Dari pantauan awak media di lokasi, terdapat adanya dugaan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pengelola pantai. Diantaranya, tidak ada standar pengawasan pantai untuk para pengunjung dan mengabaikan standar protokol kesehatan tanpa masker, sebagaimana peraturan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang sudah di tetapkan. Bahkan didalam tulisan tiket karcis seharga 10 ribu/orang, tertera logo Pemda Karawang, Asuransi dan Pihak pengelola PT JHI.

Akan tetapi sangat miris dan disayangkan, ketika terjadi tragedi tewasnya seorang pengunjung di lokasi wisata ini, keluarga korban hanya diberi uang kerohiman sebesar 2 juta rupiah. *(Santoso).