TOPIKKITA.COM | Kabupaten Bekasi, Pembangunan Bangunan Penunjang Gedung Pendidikan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemerintah Kabupaten Bekasi yang tersebar dibeberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada diwilayah Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diduga bermasalah  dalam pelaksanaannya.

Saat Wartawan Topikkita.com melakukan investigasi kesejumlah titik kegiatan, ditemukan di salah satu kegiatan Pembangunan MCK/ WC SMPN 2 Cikarang Timur diduga banyak melakukan penyimpangan pada pelaksanaan pembangunannya terutama dari materialnya dengan mutu paling murah.

Terlihat secara visual dilapangan yang semestinya bahan material besi menggunakan besi  ukuran12 full dan Ring menggunakan besi 10, fakta diapangan dicampur antara besi 12 dengan besi 10, sementara ringnya menggunakan besi 8 mili, pondasinya digali kurang dari 50 cm. Sementara untuk lubang tandon air kotornya hanya menggunakan bahan batako yang rentan pecah.

Pada saat dikonfirmasi, petugas security sekolah Nadi, mengatakan bahwa konsultan pengawas tidak pernah datang ke lokasi kegiataan untuk melakukan tugasnya dalam pengawasan supervisi dan mengontrol kegiatan.

“Pengawas dan Konsultan belum pernah datang ke lokasi Bang, saya ga tahu siapa nama Konsultan dan pengawasnya,” ungkap Nadi.

Untuk diketahui, kegiatan pembangunan bangunan penunjang gedung pendidikan yang dibangun dibeberapa titik sekolah yang ada diwilayah Kecamatan Cikarang Timur tersebut berasal dari kegiatan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menggunakan Anggaran APBD-P Tahun 2020 dengan Nomor Kontrak : 602.2/F324-327/SPK-PL/BN/2020, nilai kontrak Rp. 198.407.000.00. yang dilaksanakan oleh PT. Graha Pagar Batu.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek, konsultan dan juga pengawas belum bisa dikonfirmasi. Selanjutnya awak media akan terus berusaha mencoba konfirmasi pihak-pihak terkait lainnya. (Sant)

BACA JUGA :  PCNU Kabupaten Bekasi Kukuhkan Pengurus LTN, Tim Media NU