TOPIKKITA.COM | BEKASI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi di duga merugikan pelanggan dengan tagihan pada salah seorang konsumen di Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari penuturannya, sebut saja K (konsumen), yang  biasa rutin perbulan bayar sekitar 100 ribu, tiba-tiba melonjak sampai delapan kali lipat selama dua bulan.

“Awalnya saya mau bayar ke kantor untuk dua bulan, dari bulan Agustus dan September. Pihak kantor kemudian memberikan rincian yang harus saya bayar sebanyak 1.045.600., (satu juta empat puluh lima ribu enam ratus rupiah). Saya kaget, kenapa mahal banget pak..!” Ujar konsumen.

Kepada petugas PDAM yang mengaku bernama Riki, konsumen bertanya kenapa tagihannya bisa sampai melonjak seperti ini.

Dalam keterangan konsumen, Riki mengatakan bahwa, “meteran air itu tertimbun pagar, jadi gak bisa terbaca sama petugas selama sepuluh bulan. Jadi tagihannya membengkak,” terang Riki.

Riki juga menjelaskan kepada K , sambil menunjukkan gambar di komputer tentang gambaran kilo meternya yang tertimbun itu bahwa selama sepuluh bulan nominal pembayaran pihak konsumen hanya di pukul rata-rata perbulan.

Kini K kebingungan, dalam situasi seperti ini harus mencari uang kemana untuk membayar tagihan sebanyak itu. Sementara dirinya hanya bekerja serabutan.

Petugas PDAM tersebut hanya memberikan saran agar K melayangkan pengaduan resmi yang ditujukan ke kantor.

Karena saat itu Kasi dan Kepala Cabang (Kacab) sedang tidak berada di kantor, selanjutnya awak media akan berusaha mengkonfirmasi di lain waktu. (Red)