TOPIKKITA.COM | BEKASI – Pemindahan makam berusia sekitar 24 tahun orang tuanya salah satu pemuka agama di tanah wakaf keluarga salah satu Calon Kepala Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang belum lama ini usai kontestasi akhirnya dilakukan pembongkaran guna dipindahkan. Minggu (17/01/2021).

Dari pantauan awak media di lokasi, pembongkaran dilakukan mulai pagi sekitar pukul 07.00 WIB sampai dengan menjelang waktu Dzuhur pukul 11.30 WIB dengan disaksikan oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar serta mengedepankan protokol kesehatan.

Isu yang beredar di masyarakat, pembongkaran makam tersebut dilakukan akibat dampak kekalahan salah satu calon kepala desa yang kalah.

Usai dilakukan pemindahan makam, ketika beberapa awak media menkonfirmasi salah satu perwakilan ahli waris keluarga almarhum, namun ia enggan kalo dirinya di publikasikan, ia sempat memberi penjelasan bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah sudah hasil musyawarah kesepakatan keluarga. Tidak usah dibesar-besarkan, dan ini tidak ada kaitan dengan politik ataupun urusan pencalonan kemarin.

“Kami sudah tenang, pemindahan makam sudah selesai. Tidak usah di besar-besarkan lagi,” terang tokoh agama, pewaris almarhum makam tersebut.

Sementara itu, terkait adanya isu masyarakat dan ditambah lagi ramai menyebar adanya konten youtube yang beredar di medsos bersamaan hari pembongkaran makam,  yang isinya seakan menyudutkan salah satu calon kepala desa, H. Jamaludin yang kalah dalam kontestasi pemilihan kepala desa Tanjungsari yang belum lama ini usai dilaksanakan, awak media topikkita.com mencoba konfirmasi di kediamannya Kampung Jati, RT. 012, RW. 011.

Dalam klarifikasi didepan beberapa awak media, H. Jamal membantah tentang beredarnya rumor bahwa pembongkaran makam tersebut adalah terkait dirinya soal kalahnya dalam pencalonan kepala desa. Dan soal konten youtube yang beredar di medsos, Jamal juga membantah.

“itu tidak benar..! Terkait pembongkaran makam aja saya tahunya dari medsos tersebut. Memang pembongkaran pemakaman yang terjadi di area wakaf keluarga kami, tapi saya tidak pernah menyuruh membongkarnya.” Ujar H. Jamal.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPR RI Harapkan SMSI Dapat Mencetak Penulis Handal

Jamal menjelaskan, bahwa makam yang sudah ada ya ga apa-apa. Tapi untuk kedepannya, bagi yang mau memakamkan disitu ya harus konfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Soalnya wakaf itu memang untuk pemakaman keluarga.

Terkait konten youtube yang beredar, Jamal  bersama keluarga besarnya yang merasa tersudutkan akan membawa hal ini ke ranah hukum.

“Ini akan saya bawa keranah hukum. Saya akan laporkan akun medsos youtube yang menyebar kabar terkait pembongkaran makam yang di kaitkan dengan saya. Terlebih orang yang bersangkutan tidak konfirmasi terlebih dahulu terhadap saya. Saya merasa di rugikan,” pungkas H. Jamal. (Red/AM)