Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum PP Pagar Nusa/ Anggota Komisi IX DPR RI) saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Dirlantas Polda Metro Jaya)

TOPIKKITA.COM | JAKARTA – Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa (PS NU) menggelar Rapid Tes Antigen Swab, bersama 500 personel SAT-PJR Ditlantas Polda Metro Jaya pada Sabtu (23/01/2020). Meski melibatkan banyak personel, pelaksanan kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan guna pencegahan Covid-19.

Hadir dalam kegiatan ini, Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum PP Pagar Nusa/ Anggota Komisi IX DPR RI), M. Hasanuddin Wahid (Sekretaris Umum PP Pagar Nusa/ Anggota Komisi X DPR RI), H. Ahmad Sudrajat Lc (Ketua Pengurus Pusat NUCARE-LAZISNU), Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Dirlantas Polda Metro Jaya), Kompol Akmal (Kasat PJR Polda Metro Jaya) dan seluruh PJU Ditlantas Polda Metro Jaya.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk dukungan kepada polisi dan ajakan untuk bersama-sama menghadapi pandemi.

“Aparat kepolisian merupakan petugas yang bekerja dengan resiko tinggi di tengah pandemi ini, karena jadi ujung tombak dalam penegak aturan. Bahkan, pihak kepolisian juga terus bertugas di lapangan, mengabdi untuk membantu warga dan negara di tengah situasi sulit ini,” ujar Gus Nabil.

Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas afirmasi pihak Polri dan jajarannya, karena menerima lulusan sekolah Aliyah untuk bisa masuk di kepolisian. Hal ini sebagai langkah penting, bahwa nantinya diharapkan lulusan Madrasah Aliyah dan pesantren bisa mewarnai Polri di jajaran kepolisian.

“Sehingga, terbentuk unit kepolisian yang amanah, berakhlakul karimah serta setia dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan. Karena, lulusan pesantren terbukti jelas prinsip ke-Islaman dan ke-Indonesiaannya,” imbuh Gus Nabil.

Selain itu, ia juga mendorong agar kepolisian dibentengi dari paham Radikalisme dan Ekstrimisme. Gus Nabil  mengajak semua polisi di berbagai level dan dimanapun lokasi mengabdi, untuk mengaji dan belajar dari Kyai.

“Bagi yang Muslim bisa ikut mengaji sebisanya, selonggarnya, kalau bisa rutin akan lebih baik. Nah, bagi yang non-Muslim, silahkan silaturahmi dengan para Kyai, berkunjung ke pesantren. Karena pesantren itu rumah untuk semua,” tutur Gus Nabil.

 

Dirinya yakin, dengan silaturahmi itu, pemahaman dan kesetiaan atas nilai-nilai ke-Indonesiaan menjadi lebih komprehensif. “Maka, mari bersama-sama bentengi Polisi dari paham ekstrimisme dan radikalisme,” ajaknya.

BACA JUGA :  Pemilihan Ketua Di Anggap Tidak Sah, NU Kabupaten Bekasi Gelar Musyawarah Ulama

Pada kesempatan itu, Pagar Nusa menyerahkan sejumlah bantuan yakni 500 set alat swab rapid anti gen, Masker 6.000 pcs, Handsanitizer 504 botol, pasta gigi sasha 527 pcs dan Goodybag 500 pcs berisi alat kesehatan.

Bantuan ini bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU. Ia menegaskan, Pagar Nusa dan NU Care-LAZISNU siap bekerjasama secara terus menerus dengan Polri, Polda Metro Jaya dan unit-unit kepolisian di seluruh Indonesia.

“Tugas kami mengabdi kepada Kyai, NU dan Indonesia. Maka, sudah seharusnya kami bersama pihak kepolisian saling bantu untuk menjaga Indonesia, menyegarkan kebangsaan kita agar tercipta Indonesia yang kuat dan bersama-sama keluar dari pandemi menjadi negara yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Jajaran anggota Polri saat dilakukan Rapid Tes Antigen Swab oleh petugas medis

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sembodo Purnomo Yogo mengatakan, angka positif Covid-19 terus meningkat di wilayah DKI Jakarta. Hingga Jumat, 22 Januari 2021 kemarin, angka kasus positif mencapai 3.700 orang per hari. Positive rate dan mortality rate-nya juga meningkat.

“Jika hal ini tidak dikendalikan, masyarakat ke depan yang terkena Covid-19 semakin sulit mendapatkan tempat tidur untuk perawatan, terutama yang mengidap Covid-19 dengan tingkat sedang maupun berat yang memang harus dirawat. Mengutip paparan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jika angka Covid-19 tak bisa ditekan, di bulan Februari nanti sudah tak ada tempat tidur yang tersedia. Pasalnya bad ocupansi rate untuk pasien Covid-19 sampai saat ini sudah mencapai 87 persen,” ungkap Sembodo.

“Pertambahan Covid-19 dan pasien yang harus dirawat tidak sebanding. Kalau perlu perawatan di Februari, pasien tak bisa dirawat. Karena tempat tidur di rumah sakit penuh,” imbuhnya.

Hal yang memprihatinkan, ada pasien yang meninggal dunia di Taksi setelah berkeliling mendatangi 10 rumah sakit, karena sesak napas kemudian meninggal di dalam Taksi.

Salah satu upaya untuk mengurangi positif rate virus ini secara sederhana adalah harus memisahkan antara pengidap Covid-19 dengan orang yang sehat. Jika ada orang yang positif Covid-19 harus dikeluarkan dari komunitas itu atau menjalani karantina agar tidak menulari yang lain.

BACA JUGA :  Mantan Teroris Kelompok MIT Asal Tamanjeka Poso : Menyesal dan Akui Cara Jihadnya Salah

Karena itu, Sembodo menyambut positif pemeriksaan swab antigen yang dilakukan Pagar Nusa. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pagar Nusa yang telah membantu kami dalam pelaksaan swab antigen. Ini kerja sama yang baik,” tegasnya. (Red)