TOPIKKITA.COM | BEKASI – Mantan Kepala Desa Telajung, Samen, S.Sos., datangi Polres Metro Kabupaten Bekasi guna memberikan keterangan atas dugaan adanya pemalsuan tanda tangan warga dalam hal perijinan pembangunan gedung sekolah Yayasan Fajar Baru yang berlokasi di Kampung Telajung RT 02/03 Desa Telajung, Kecamantan Cikarang barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang sampai saat ini bergejolak dimasyarakat. Selasa (1/12/2020).

Kedatangan Samen ke Polres adalah undangan resmi dari pihak kepolisian guna dimintai keterangan terkait perihal klarifikasi data dan kronologis atas proses IMB Yayasan tersebut yang mulai dibangun pada tahun 2018 saat itu dirinya menjabat sebagai Kepala Desa. Kini ia kembali ikut kontestasi pemilihan calon kepala desa tahun 2020.

“iya, tadi ada enam pertanyaan seputar kronologis dugaan pemalsuan tanda tangan ijin lingkungan sekolah Yayasan Fajar Baru,” terang Samen dihadapan para awak media.

Samen juga menjelaskan, bahwa kedatangannya adalah sebagai saksi, karena ia memenuhi undangan dari penyidik kepolisian yang menangani kasus permasalahan ini.

Perjalanan konflik IMB antara warga dan yayasan ini tak kunjung usai karena kedua pihak masih menunggu proses kepolisian.

Warga Desa Telajung yang saat ini mendapat pendampingan hukum dari Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) selalu menjaga situasi kondusif dengan membuat posko pantau warga disekitaran lokasi bangunan sekolah Yayasan Fajar Baru. Warga bersinergi dengan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Barat untuk menjaga kantibmas dan provokasi dari pihak-pihak yang memperkeruh situasi di masyarakat,”

Terkait surat pemenuhan komitmen IMB tersebut, FBI sudah melayangkan surat ke Bupati Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja, SH., untuk melakukan audiensi dengan warga. Bupati diminta agar bisa melakukan evaluasi dan meninjau kembali perizinan IMB tersebut. (Red)

BACA JUGA :  Akhirnya Pemdes Cicau Segera Bangun Masjid Jamie Albarkah