TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Melalui momen Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada hari Jumat (31/07) bagi umat muslim merupakan hari istimewa untuk pelaksanaan ibadah sunnah qurban bagi yang mampu.

Demikian halnya yang dilakukan oleh ketua Majlis Ta’lim dan Dzikir “Darut Taufiq” yang beralamat di Kampung Rukem, RT.01/05 Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, juga melaksanakan prosesi pemotongan hewan qurban sebanyak 6 ekor kambing jenis domba guna dibagikan dagingnya ke masyarakat sekitar lingkungan majlis.

“Alhamdulillah.., pada tahun ini ada sebanyak 6 ekor domba yang akan dipotong dan dibagikan ke masyarakat sebanyak 150 bungkus.,” ujar Ustad Taufiq, pimpinan majlis, dihadapan para pemuda yang ditunjuk menjadi panitia. Sabtu (01/08/2020).

Masih tutur Ustad, “mengelola hewan qurban ini dan membagikannya ke masyarakat adalah pekerjaan mulia dan ibadah. Kita atur sebaik – baiknya dan se adil-adilnya, agar orang yang berqurban yang telah memasrahkan dombanya ke kita, beliau bisa senang dan percaya. Jangan sampai ada bentuk apapun baik bagian kepala maupun kulit untuk dijual. Karena bagi hewan qurban dilarang dijual oleh Rasulullah,” terang Ustad.

Kepada awak media, Ustad Taufik yang biasa disapa UT ini juga memaparkan bahwa melalui momen Hari Raya Idul Qurban ini jadi bisa mengumpulkan para anak muda untuk membangkitkan semangat kekompakan untuk kepentingan sosial dalam bentuk peduli kepada masyarakat dalam berbagi daging hewan qurban.

“Alhamdulillah giat pembagian hewan qurban 6 ekor domba berjalan lancar. Walau dalam pendistribusiannya agak telat. Pengambilan yang dijadwalkan jam satu siang, menjadi jam dua. Karena proses awalnya mengerok bulu – bulu dombanya agak menyita waktu, agar kulit dombanya pun bisa turut dibagikan menjadi kikil, menghindari jangan sampai kulit domba hewan qurban di jual,” tegas UT.

“Saya ucapkan terimakasih kepada para bapak/ibu yang sudah menyalurkan hewan qurbannya kepada kami untuk dibagikan ke warga lingkungan sini. Semoga ibadah qurban bapak/ibu diterima oleh Allah SWT. Tak lupa, kepada para pemuda Kampung Rukem yang sudi menjadi panitia, semoga menjadi penyemangat kekompakan untuk membangun mentalitas berjiwa sosial. Kedepannya somoga semakin solid. Jangan hiraukan bila ada nyinyiran kata-kata dari segelintir warga yang bisa mematahkan semangat, anggap itu menjadi masukan dan penyemangat agar esok bisa lebih baik lagi. Tidak lupa kepada tim para jurnalis topikkita.com, yang telah turut partisipasi dalam pembuatan kupon untuk dibagikan kepada warga dalam pengambilan daging qurban, kami ucapkan terimakasih.” Tutup ustad.

Ustad yang dikenal berambut panjang ini selain mimpin Majlis Ta’lim bapak – bapak dan ibu – ibu, ia juga mengasuh santri yatim piatu dan duafa usia anak-anak sekolah dasar yang mukim di tempatnya sebanyak 13 anak.

Ketua panitia pengelola qurban, Mang Jabrig mengatakan, “kami mewakili para pemuda sini sangat senang bisa ikut partisipasi dilibatkan oleh Ustad untuk membantu menyalurkan hewan qurban. Disini memang rutin tiap tahun selalu ada. Tahun ini lebih banyak dari sebelumnya. Uniknya disini, ustad sangat melarang seperti kebiasaan yang lainnya yaitu menjual kulit hewan qurban, makanya ustad memerintahkan ke kami agar bulu-bulunya dikerok supaya semua bisa dibagikan ke warga,” tutur Jabrig singkat.

Adapun 6 domba hewan qurban yang disembelih di Majlis Darut Taufiq ini adalah qurban dari :

1). Ibu Ustadzah Nyai Halimah, Kp. Lebak Cibeureum, Desa Simpangan.

2). Ibu Diyanti, Cikarang Baru.

3). Bapak Yosep, Kp. Rengasbandung, Desa Karangsambung.

4). Ibu Nyai Lina/ibu iin, untuk almarhum suaminya : Bapak Jaelani, Kp. Rukem, Desa Jatireja.

5). Hj. Asmanah untuk H. Idris almarhum, Kp. Rukem, Desa Jatireja dan ke

6). Bapak Taufik Suprapto, Kp. Rukem, Desa Jatireja

(AM)