TOPIKKITA.COM | CIKARANG TIMUR, BEKASI – Belum lama seorang warga Cikarang Timur tepatnya warga Desa Jatireja Kampung Rawabangkong di kabarkan ada yang positip Corona yang menyebar informasinya melalui medsos berupa lembaran pemberitahuan dari ketua RW, kini muncul kembali informasi adanya warga Jatireja Kampung Citarik yang dikabarkan positip corona melalui lembaran surat yang datangnya dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang tersebar luas via watsApp pada hari Jumat, 08/05/2020.

Ketika topikkita mengkonfirmasi kepada Kepala Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cikarang Timur, Camat Ani Agustini melalui pesan watsApp membenarkan perihal tersebut, bahwa ada satu di Jatireja.

“Sudah dilakukan tracking oleh tim,” tulis camat via watsApp, singkat. Sabtu (09/05).

Selanjutnya topikkita juga mengkonfirmasi ketua Tim Satgas Covid-19 Puskesmas Lemahabang Cikarang Timur, Septian, dirinya enggan menyampaikan perihal terkait seorang warga Citarik yang dikabarkan positif corona. Ia hanya mengatakan bahwa saat ini sedang proses pengecekan terhadap warga tersebut dan keluarga dekatnya.

“Soal statemen, itu langsung saja urusannya ke dinas kesehatan,” pinta Septian melalui telepon seluler. Sabtu (09/05).

Adapun warga yang terindikasi postif sebagaimana informasi lembaran dari Wali Kota Bekasi, bernama inisial IT, dirinya memaparkan via seluler kepada topikkita bahwa ia merasa sangat kaget dengan menyebarnya lembaran informasi tentang dirinya dari hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi pada tanggal 05/05 saat dia hendak melamar kerja ke wilayah Kota Bekasi.

IT menceritakan, “saat itu sangat banyak orang yang diperiksa melalui air liur riak (dahak), sementara kondisi saya normal – normal saja, bahkan ketika di cek suhu tubuh, juga biasa normal. Kenapa tiba – tiba hasilnya positif,” ujar IT.

“Saya berharap, semoga ini kesalahan. Walaupun sekarang sudah nyebar informasi tentang saya. Tapi, yang saya pikirkan adalah keluarga saya, saya kasian dengan mereka. Mereka jadi tertekan, malu, bahkan jadi merasa terkucilkan. Saya tinggal menunggu keputusan hasil tes dari petugas kesehatan yang memeriksa saya disini. Katanya sekitar tiga atau empat hari hasilnya baru bisa diketahui positif atau negatif.” Pungkasnya.

Terkait kejadian yang sama belum lama ini, ketika seorang dokter di Rawabangkong dikabarkan positif, ternyata setelah dilakulan pengecekan oleh petugas gugus, Septian menyampaikan bahwa hasilnya negatif.

Baca : Seorang Warga Cikarang Timur Positif Covid, 8 Anggota Keluarga Status OTG

Maraknya kejadian adanya informasi positif corona di Desa Jatireja ini, membuat lingkunga warga perumahan Permata Cikarang Timur (PCT) di dua RW akhirnya memberlakukan status Lockdown selama satu bulan kedepan terhitung mulai hari ini. Minggu (10/05).

RW Azis menyampaikan, bahwa hal ini adalah hasil musyawarah kesepakatan para warga bersama para RT yang alokasi pendanaannya adalah hasil swadaya dari warga.

“Maksud dari Lockdown ini bukan berarti kami menutup akses keluar masuk warga ataupun lingkungan sekitar, akan tetapi kami hanya ingin melakukan septi bagi warga dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) sebagaimana anjuran pemerintah yang kini di perpanjang. Pemeriksaan keluar masuk warga akan dilakulan di dua jalur pintu utama yaitu gerbang depan dan gerbang belakang akses dari warga kampung.” Jelas RW Aziz. *(red).