TOPIKKITA.COM | CIREBON – Pekerjaan Fisik Tempat Pembakaran Sampah (TPS) Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang bersumber dari anggaran Dana Desa di duga dimonopili oleh Kuwu. Dalam kegiatan terebut yang seharusnya menjadi porsi kinerjanya TPK dan tutorial Kadus 3 untuk melakukan sebagai kinerjanya.

Dalam penelusuran awak media, hal ini dibenarkan oleh Firman sebagai Ketua TPK dan Kadus 3 mengatakan, “Kegiatan memang benar di ruang lingkup Kadus 3 dan saya sendiri sebagai Ketua TPK, namun saya tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan di kelola oleh Kuwu Ratna. Dari itu jika dikemudian hari saya dimintai SPJ & LPJ saya tidak mau mempertanggungjawabkannya, karena bukan saya yang mengerjakan pekekerjaan itu,” Keluh Firman kepada awak media. Kamis, 05/11/2020.

Saat dikonfirmasi lanjutan melalui WhatsApp, Firman mengatakan, “Ari TPK Kito, Ari kang ngerjai e Dudu kito (kalau TPK saya, kalau yang mengerjakan bukan saya) “, singkat Firman dengan bahasa khas Cirebon. Rabu, 20/01/2021.

Seorang yang diketahui sebagai Kesra (Ekbang) bernama Yudi, saat di konfirmasi memaparkan, “Terkait pekerjaan TPS, saya hanya mengamankan memegang uang pajak saja, adapun yang sebenarnya pekerjaan tersebut dilakukan oleh TPK namun diambil alih Ibu Ratna (Kades PAW)”, terang Yudi. Selasa, 26/01/2021.

Amburadulnya kinerja Pemdes Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon yang tidak sesuai porsi dalam fungsinya masing-masing sehingga menuai kontroversi dan diduga Kuwu Ratna (PAW) main Serong terkait Kinerja TPK dan Kadus 3, pasalnya sejak tanggal 20/01/2021 sampai sekarang Kuwu (sebutan nama lain) dari Kepala Desa terkesan menghindar dan alergi saat dikonfirmasi terkait TPS.

Sementara ditempat terpisah, Dika penggiat aktivis sosial dan masyarakat pemerhati angkat bicara, “keruhnya kinerja di Pemdes Setu Wetan, jelas nampak penyalahgunaan wewenang dalam jabatan Kades, hal ini bisa kemungkinan juga BPD terlibat dalam monopoli tersebut. Pasalnya, dari dinamika yang saya tau, bahwa BPD tidak maksimal dalam melakukan kinerjanya”, tuturnya. Selasa, 02/02/2021.

“Yang saya lihat, Kades Ratna adalah Kades PAW (pejabat antar waktu), sebenarnya ini bisa diturunkan dengan sangat mudah bilamana tim 19 menghendakinya bersama masyarakat setempat, dan saya sarankan kepada Kades PAW kalau tidak sanggup jadi Kades PAW harusnya tau diri agar mengundurkan diri kalau tidak tau cara kinerja jadi Kades”, tegas Dika kepada topikkita.com.

BACA JUGA :  Sekda Bekasi Intruksikan Perangkat Daerah Segera Selesaikan LPPD

“Besar harapan saya, kepada pihak terkait, baik dari tingkat Kecamatan maupun Dinas terkait di Pemkab Cirebon serta Aparat Penegak Hukum (APH) benar-benar menindaklanjuti adanya Dinamika Pemdes Desa Setu Wetan yang terkesan dimonopoli oleh oknum Kades dan oknum BPD”, imbuh Dika dengan nada lantang. Pungkas Dika. (diyan)