TOPIKKITA.COM | BEKASI – Pembangunan insfratuktur di Kabupaten Bekasi ternyata sampai saat ini masih belum merata untuk jalan dan jembatan. Ini terbukti di wilayah Kampunh Parung Lesang RT.03/05 dan RT.04/05 Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang di apit oleh sungai Cibeet dan Kawasan Industri DeltaMas, dari dulu hingga sekarang masih menggunakan jembatan bambu serta jalan tanah bebatuan sisa paving block yang sudah rusak. Kampung yang hampir terisolasi antara RT 03 dan RT 04 dari jumlah warga kurang lebih 450 jiwa ini butuh perhatian dan kajian khusus dari pemerintah setempat.

Dari keterangan warga, pengajuan dan permohonan insfratuktur yang layak sudah di tempuh oleh masyarakat melalui Kepala Desa, namun hingga kini belum terealisasi. Bahkan ada warga yang ingin mengajukan ulang meminta di bangun jalan dan jembatan, malah di hambat oleh oknum aparatur desa.

Kejadian berawal ketika suatu saat seorang warga terpeleset ketika menyebrang jembatan. Dari situ muncul ide ingin meminta di buatkan jembatan permanen yang layak (dari besi). Atas musyawarah warga (11-05-2020) akhirnya memutuskan untuk meminta tanda tangan seluruh warga dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Akan tetapi ketika salah satu warga yang sedang berkeliling ke rumah warga untuk meminta tanda tangan, ia di halau dan di ambil berkas yang sudah di tanda tangani warga oleh oknum aparat desa (12-05-2020). Ketika berkas di pinta kembali, oknum aparat desa ini tidak memberikannya.

Salah satu warga mengatakan kepada awak media dengan bahasa daerahnya, “Sakuduna mah aparatur desa ngadukung mun warga menta jambatan nu layak, ieu malah ngahalangan. Kuduna mah ulah maen rebut wae, ieu kan ker kapentingan sararea”. (Seharusnya sebagai aparatur desa mendukung kalau warga minta jembatan yang layak, ini malah menghalangi, seharusnya jangan main rebut aja, ini kan buat kepentingan bersama). Pungkasnya dengan nada kesal.

Selain itu, warga yang lain juga ikut nyeletuk, “warga Parung Lesang oge boga hak aya jalan jeung jembatan nu layak. Sarua wae aing ge mayar pajeg” (warga Parung Lesang juga punya hak ada jalan dan jembatan yang layak. Sama kami juga bayar pajak). Tandasnya dengan penuh kekecewaan.

Sungguh ironis ketika musim penghujan seperti sekarang ini jalan sulit di lalui kendaraan roda dua, bahkan untuk pejalan kaki juga butuh kehati-hatian, salah-salah bisa terpeleset jatuh ketika melewati jembatan.

Sampai berita ini di terbitkan, Kepala Desa Pasir Ranji, Wardi Sunandar belum bisa di temui dengan alasan sibuk. Lalu awak media mencoba hubungi via pesan pendek tidak di balas, telepon pun tidak di angkat.Selasa (19-05-2020). *(red)