TOPIKKITA.COM | BEKASI – Banyaknya berita miring dari berbagai pihak yang menuding Aria Dwi Nugraha politisi Partai Gerindra yang menjadi ketua DPRD Kabupaten Bekasi adalah sebagai penghambat proses Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerindra, akhirnya lelaki yang biasa disapa Bang Ari ini buka suara.

Sebagaimana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra telah mengeluarkan surat kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Ketua DPRD Aria Dwi Nugraha yang sekaligus politisi dari Partai Gerindra ini membeberkan alasannya mengapa dirinya belum bisa melaksanakan isi dari keputusan surat tersebut.

Ari mengatakan, “saya juga kan harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh DPP saya, namun isi surat tersebut memerintahkan agar DPC menindaklanjuti surat dari DPP. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. Kesalahan saya dimana ? Kalau sudah ada surat resmi dari DPC yang ditujukan kepada Ketua DPRD, baru dapat kita lakukan. Tapi karena surat yang turun kemarin adalah instruksi dari DPP kepada DPC Gerindra, sehingga kalaupun dilakukan, maka PAW antara Husni Thamrin kepada Haryanto akan cacat hukum, karena urusan internal partai tidak ada kaitannya dengan DPRD,” Ungkap Ari panggilan akrabnya saat dikonfirmasi oleh awak media topikkita.com di ruang kerjanya. Senin (06/07/2020).

Surat yang ditujukan kepada DPC dengan nomor surat 02-0023/A/DPP–GERINDRA/2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, tertanggal 28 Februari 2020 meminta ketua dan sekretaris agar memproses administrasi dan mengajukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bekasi untuk melakukan PAW anggota fraksi Gerindra atas nama Husni Thamrin dan mengajukan calon penggantinya yaitu Haryanto sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan selanjutnya melaporkan proses administrasi dan pengajuan PAW tersebut kepada DPP. (sant/sar)