Ketua LDNU Kabupaten Bekasi, KH. Mukti Ali (berbatik wwarna cerah)

TOPIKKITA.COM | BEKASI – Ulama Jabodetabek silsilah sanad keilmuanya sampai ke Syekh Mahfudz Termas, ungkap kiai Mukti Ali Al Baidowi, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bekasi dalam acara pelantikan PRNU Sumber Jaya, Tambun Selatan, Bekasi, Ahad (21/3).

“Kita memiliki ulama asal Indonesia yang mukim di Makkah kemudian mengarang ratusan kitab dan diangkat menjadi ketua ulama Hijaz yakni Syekh Nawawi Al Bantani,” kata Kiai Mukti Ali dalam ceramahnya.

Menurutnya, nama Al Bantani dipakai karena pada waktu itu kalimat Indonesia belum ditemukan. Kalimat Indonesia baru ditemukan oleh orang Inggris sekitar tahun 1850 setelah menemukan jajaran pulau-pulau di Indonesia.

“Sebab itu para ulama kita terdahulu yang mondok di Makkah mereka memakai nama bangsanya dengan menggunakan nama pulaunya seperti Al Bantani,” imbuhnya.

Ia menceritakan, Syekh Nawawi Al Bantani yang mempunyai santri bernama Syekh Mahfudz Termas yang kemudian dimakamkan di Ma’la. Syekh Mahfudz punya santri yaitu KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. KH Hasyim Asy’ari kemudian punya santri bernama KH Wahab Chasbulloh, KH Wahab Chasbulloh punya santri di DKI Jakarta yaitu Syekh Marzuqi yang kemudian punya santri bernama KH Abdullah Syafi’i yang mendirikan pondok pesantren As-Safi’iyah, Bekasi. Syekh Marzuqi punya santri lagi yakni, KH Noer Ali Bekasi yang kemudian mendirikan pesantren At-Taqwa, Bekasi.

“Sebetulnya Bekasi ini satu guru satu ilmu, akan tetapi dahulu karena awamnya NU di Kabupaten Bekasi sehingga fikrah pemikiran NU-nya lambat datang. Berbeda dengan di daerah Jawa yang sejak kecil sudah diajarkan tentang Ke-NU-an,” terang Kiai Mukti Ali.

NU di Bekasi dianggap sebagai partai, fikrahnya belum tuntas. Sebab itu, ranting Sumber Jaya merupakan miniatur dunia karena kemajemukkan suku, budaya dan agama telah diakomodir oleh Nahdlatul Ulama.

“Oleh sebab itu para pengurus Nahdlatul Ulama harus punya fikrah, punya pemikiran moderat sesuai dengan tempat dan kondisi,”  pinta Kyai Kancil, sebutan Kyai Mukti oleh para jamaahnya.

Terakhir, Kiai Mukti Ali berpesan kepada para pengurus NU Sumber Jaya yang telah dilantik agar memikirkan ekonomi NU, sebab cikal bakal didirikannya NU oleh para pendiri adalah Nahdlatut Tujjar, “Orang NU harus selesai dengan urusan ini,” pungkasnya. (Suci Amaliyah)

BACA JUGA :  Sandiaga Salahudin Uno Ajak SMSI Bantu Kebangkitan Sektor Pariwisata