TOPIKKITA.COM | Cikarang Timur, Bekasi – Dalam rapat minggon yang dipimpin oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Udi Jaelani bersama jajaran aparat desa yang terdiri dari Dusun, RW dan RT Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi di ruangan desa membahas hal hal berkaitan tugas para RT dan persiapan pemilihan ketua Karang Taruna. Kamis (22/11/2018).

Udi menekankan beberapa tugas pokok kepada seluruh jajaran aparat desa yang harus segera dilaksanakan. Diantaranya, para RT harus segera membuat databes monograpi kependudukan warga, pendataan jenis usaha yang dimiliki warga, dan menekankan agar mensosialisasikan kepada warga berkaitan kepengurusan administrasi yang diajukan oleh warga harus sesuai prosedural pengantar dari RT/RW baru bisa di layani di desa.

Masih kata Sekdes, selain itu pendataan tiap warga yang memiliki usaha kontrakan juga secepatnya agar didata penghuninya dengan meminta foto kopy KTP dan mengisi data kelengkapan lainnya yang sudah disediakan oleh pihak desa. Bahwa setiap tamu 1×24 jam wajib lapor. Selain itu juga, berkaitan kebersihan lingkungan dalam hal ini masalah pembuangan sampah juga menjadi pokok perhatian penting bagi RT/RW agar menjadi penanganan serius dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih di masyarakat.

Tidak kalah penting, pembahasan organisasi kepemudaan dalam hal ini Karang Taruna yang sudah habis masa baktinya juga menjadi prioritas penting agar bisa mengahasilkan Ketua Karang Taruna yang berkompetensi dan berkualitas. Dalam hal ini tiap dusun agar bisa memilih para kandidat pemuda yang bermutu untuk di adakan pemilihan secara demokrasi di bulan Desember mendatang.

Kepada jurnalis, Kepala Desa Jatireja terpilih, Suwandi, diruangannya mengatakan, “Saya ingin ketua Karang Taruna nantinya Pertama harus yang mengerti cara tulis yang baik atau surat menyurat. Saya ga mau ketua karang tarunanya bergaya seperti preman. Makanya, minimal latar belakang pendidikannya harus SLTA,” Ungkap Kades pertama asal Jawa Timur yang tinggal di Perum Graha Asri.

Kedua, memiliki pengalaman organisasi, tapi yang tidak terlibat dengan salah satu partai politik. Agar kedepannya bisa sinergi bersama pemerintah desa dalam membangun masyarakat. Dan yang ketiga, harus berjiwa sosial dan memiliki jiwa agamis agar dalam melaksanakan fungsi tugasnya bisa lebih membangun karakter para pemuda yang kreatip dan bermoral. Pungkasnya. [TS]