Para Penyuluh Agama Islam non PNS sedang tes “Wawasan Kebangsaan”

TOPIKKITA.COM | Bekasi – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi dalam hal ini dilakukan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) melaksanakan Tes Tulis Wawasan Kebangsaan bagi para Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS sekabupaten Bekasi masa tugas 2017 – 2019 sebanyak 159 peserta di ruangan Balai Uji Terap Tehnik Metode Karantina Pertanian, Kampung Rawa Banteng, Desa Mekarwangi Kecamatan Cikarang Barat. Rabu (20/11/2019).

Keseluruhan para peserta penyuluh PAI non PNS ini sebelumnya berjumlah 187 anggota, dengan rata – rata 8 orang tiap kecamatan. Setelah melewati beberapa uji seleksi dan evaluasi kinerja serta beberapa kriteria penilaian maka hasil yang sudah dilakukan oleh tim kini terjaring menjadi 159.

Dan inilah yang mengikuti tes wawasan kebangsaan. Bila dari hasil nilainya mencapai target dari kriteria yang sudah ditentukan, maka mereka berhak melanjutkan masa tugasnya kedepan yang direncanakan pemerintah selama lima tahun yang tadinya hanya tiga tahun.

Dari keterangan Panitia, tim seleksi dapat merekomendasi TIDAK DIANGKAT KEMBALI DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENGIKUTI SELEKSI, bagi :
1). Penyuluh yang terindikasi pendukung gerakan, ajaran dan faham radikal, baik terbuka ataupun terselubung dan atau tersembunyi, 2). Kerap memposting ujaran kebencian dan berita hoax melalui medsos, 3). Tersangkut persoalan hukum dan moral.

Kasi Bimas Islam, H. Ahmad Dede Zainal Muttakin, S.Ag, MA, dalam sambutannya ketika membuka acara menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu kualitas para penyuluh.

“Para penyuluh dituntut agar memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi. Selain itu, para penyuluh juga harus jadi pelaku dakwah serta menjadi garda terdepan untuk menciptakan stabilitas kerukunan beragama di lingkungannya dan menciptakan kesatuan dan persatuan masyarakat,” ucap Kasi Bimas Islam.

Usai acara, disela – sela santai, ketua Pokjaluh Kabupaten Bekasi H. Satim Widodo berujar, “acara ini murni diselenggarakan tanpa ada anggaran dari Kanwil, dan memang tidak ada anggarannya. Berkat kekompakan dari Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Bekasi dengan moto mereka ‘Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita.” Terangnya. *(TS).