Gambar : ilustrasi

TOPIKKITA.COM | CIREBON – Beredar kabar kasus meninggalnya bayi yang terlepas kepalanya di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Waled, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat masih disorot, pasalnya dari permasalahan tersebut bisa dikategorikan KLB (Kejadian Luar Biasa), hal ini dapat dilihat dari beberapa link berita yang tersebar.

Terkait pemberitaan tersebut, ada dugaan malpraktek yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang bayi dari ibu Rina Dewiyanti dalam keadaan kepala bayi terputus saat ditangani oleh salah satu tim medis.

Muhammad Sihabudin Binti Tarli (suami) beralamat di Dusun 03 Rt/Rw 01/02 Desa Sumber Kidul, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat melaporkan kejadian tersebut di Polresta Cirebon pada 15 April 2021.

Saat dikonfirmasi (12/06/21) melalui Pesan Whatsapp, ” Udah di selesaikan pak.. Secara ke keluarga an pak.. Dengan pihak rumah sakit”,  jawab singkat Sihabudin.

Ketika dihubungi (12/06/21) melalui pesan Whatsapp, Pihak Unit PPA Polresta Cirebon menjawab dengan singkat, “Kasus masih kami tangani pak”, jawab Ibu Dwi, Kanit PPA.

Saat dikonfirmasi ditempat terpisah (14/06/21), Bang Prim Masyarakat Pemerhati yang aktif dibidang kontrol sosial memaparkan, “Terkait kejadian luar biasa tersebut perlu kita sorot, walapun kedua belah pihak beranggapan sudah damai, namun secara proses hukum tetap pada alurnya. Damai para pihak itu, hanya untuk meringankan pelaku dalam tuntutan dan putusan pengadilan bukan berhentinya proses hukum”, terang Bang Prim.

Dikatakanya Bang Prim, “Kasus yang ditangani Unit PPA ini sangat sensitif, karena kita juga harus kroscek ke Komnas terkait. Kalau tidak salah 3×24 Jam pihak kepolisian harus memberikan tembusan ke Komnas PPA saat menerima laporan dari korban”, tegasnya.

“Soal kasus tersebut yang perlu diperhatikan adalah, pelaku sudah ditahan atau belum dan tentunya identitas pelaku sudah di kantongi oleh pihak Kepolisian begitupun perjalanan status hukum perkara tersebut baru ditingkat apa..?, karena dalam hal ini jangan sampai ada pandangan kasus tersebut sudah selesai. Walaupun kedua belah pihak sepakat berdamai, namun proses hukum tetap dalam koridornya. adapun permasalahan ini dianggap selesai oleh keluraga korban, tentunya pihak kepolisian mengeluarkan SP3”, imbuh Bang Prim kepada topikkita.com

BACA JUGA :  Tim Dapur Umum Covid-19 Polsek Gunung Jati Bagikan Nasi Kotak Untuk Warga

(1). https://globalexposetv.wordpress.com/2021/04/27/moh-yaser-arafatsh-dan-partners-resmi-layangkan-surat-kepada-bprs-yang-ditembuskan-ke-presiden-terkait-dugaan-malpraktek-rsud-waled/

(2). https://globalexposetv.wordpress.com/2021/04/20/rsud-waled-dilaporkan-ke-polresta-cirebon-atas-dugaan-malpraktek-oleh-kuasa-hukum-pasien-karena-kepala-bayi-putus-dari-badannya/

(3). https://globalexposetv.wordpress.com/2021/04/26/1887

(Hadi)