Romulus Holongan, Kejari Kepulauan Sula Maluku Utara

TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Terkait pembangunan Jembatan Tanjung Sari dan Masjid Terapung Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat yang di duga menggunakan bahan material batu kapur yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB), kepala kejaksaan negeri (Kejari) Sanana akan menindak lanjuti.

“Jadi, terkait pekerjaan itu saya juga belum tau tempatnya dimana, pekerjaan dari dinas mana dan persoalannya apa. Saya butuh data dari teman-teman media, biar akan kami analisa persoalannya dan kami akan tindak lanjuti,” jelas Kejari Kepulauan Sula, Romulus Holongan, saat di konfirmasi via hendpon. Senin (23/12/2019) sore.

Untuk di ketahui, bahwa pekerjaan masjid Terapung Desa Wayo yang di kerjakan oleh CV. Sumber Berkat Utama dengan nilai kontrak Rp. 2.406.710.900.00 dengan nomor kontrak 602.2/63.KONS/KONTRAK/PPK.DPU-PR/PT/2019 sumber anggaran APBD 2019. Dan pekerjaan proyek Jembatan Tanjung Sari/Wayo rangka baja tuntas di kerjakan oleh CV. Nusa Utara Mandiri dengan nilai kontrak.Rp 1.418.713.600.00 dengan nomor kontrak.6022/74.KONS/Kontrak/PPK/DPU-PR/PT/2019 sumber anggaran APBD 2019. Kedua proyek pekerjaan tersebut di duga kuat menggunakan material batu kapur alias di luar rancangan anggaran belanja (RAB).

Kepala bidang (Kabid) Binamarga dinas pekerjaan umum perumahan dan penataanruang, Amin Ata sahafi, ketika di konfirmasi ia mengatakan, bahwa terkait pengunaan material di luar RAB yang di lakukan oleh pihak rekanan (kontraktor) tersebut ia pun belum mengetahuinya alias belum mendapat laporan dari pejabat pelaksana teknik kegiatan (PPTK) namun ia telah perintahkan kepada pangawas teknik dari dinas PU-PR untuk melakukan pengecekan material yang di duga di luar dari RAB tersebut berdasarkan laporan Kepala Desa Wayo, Sofyan Hasan.

“Terkait pengunaan material batu kapur pada pekerjaan masjid Desa Wayo itu saya juga belum dapat laporan dari PPTK, tapi saya sudah perintahkan pengawas untuk melakukan pengecekan di lapangan, karena persoalan ini juga kan kades Wayo yang melapor langsung,” ungkap Kabid bina marga saat di konfirmasi, pada Minggu (22/12/2019) di kediamannya sore kemarin.

Lanjut Ata, apa bila pekerjaan tersebut terbukti mengunakan material di luar dari RAB maka dinas akan memberikan sanksi.

“Kalau memang benar pekerjaan itu terbukti gunakan material batu kapur seperti yang Kades laporkan itu, maka kami akan memberikan sanksi dan bahkan kami juga akan merekomendasikan ke pihak penegak hukum, karena itu ada unsur kesengajaan dan juga ada indikasi korupsi pada pekerjaan itu,” tegasnya.

Untuk di ketahui juga bahwa pekerjaan tersebut juga sudah sempat di tahan oleh Kades Wayo, Sofyan Hasan, karena pengunaan materialnya tidak sesuai dengan RAB. *(Hermawan)