TOPIKKITA.COM | MALUKU UTARA – Nampaknya keseriusan Aliansi pemuda Taliabu ( APT ) dalam melakukan pengawalan terhadap permasalahan di Taliabu akan terus berlangsung selama penyelesaian terhadap aspirasi mereka belum juga terealisasi. Kamis (19/12/2019).

Bertempat di kantor Bupati Pulau Taliabu, Aliansi Pemuda Taliabu (APT) kembali melakukan aksi unjuk rasa kedua kalinya yang sebelumnya aksi pertama sudah di lakukan pada hari Rabu (18/12/2019).

“Kami tidak akan pernah diam, selama tuntutan kami belum juga di indahkan oleh Pemda Pulau Taliabu,” Ungkap Azhar dalam orasinya.

Massa aksi kembali mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas PUPR untuk membayar ganti rugi lahan milik masyarakat yang belum di bayar hingga saat ini.

Sebab menurut Azhar, penggusuran lahan dan tanaman warga ini sudah berlangsung dari tahun 2016, 2017, 2018 sampai 2019.

Selain menuntut agar Pemda menyelesaikan ganti rugi lahan dan tanaman akibat dari dampak pembukaan badan jalan, massa aksi juga mendesak untuk segera memperjelas dan mensosialisasikan Amdal PT. Adi Daya Tangguh, 54 Perda yang telah di sahkan, RT/RW, RPJMD Kabupaten Pulau Taliabu.Kendati berorasi sejak pagi hingga sore, pihak Pemda Pultab tidak ada satupun yang menemui masa aksi.

Lewat suara sound sistemnya, Azhar menyampaikan, massa aksi akan terus menyuarakan hal ini dan akan kembali melakukan aksi jilid 3 nantinya.”Kami akan kembali melakukan aksi lanjutan, yakni aksi jilid 3,” Tutup orator sembari meninggalkan kantor bupati.

*(Hermawan)