TOPIKKITA.COM | BEKASI – Sejumlah warga Desa Telajung mendatangi Polres Metro Bekasi pagi 10.00 WIB., untuk menghadiri undangan penyidik Reskrim unit Harda dengan penyidik pembantu Iptu Rollin Manurung, guna proses penyelidikan terkait kasus polemik Yayasan Fajar Baru yang diduga melakukan pelanggaran hukum pasal 263 dan 266 KUHP, kini sudah sampai tahap konfrontasi saksi untuk dapat menentukan tersangka. Rabu (13/01/2021).

Proses gelar konfrontasi antar saksi diantara yang hadir adalah saksi warga, saksi mantan pengurus lingkungan dan saksi beberapa suster dari pihak yayasan bersama beberapa pengacara yang mendampinginya.

Warga Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menolak keras adanya Yayasan Fajar Baru, karena menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya, ia mengatakan ke awak media, bahwa di Desa kami, Desa Telajung, lingkungan kami notabenenya adalah mayoritas warga muslim,

“Yayasan Fajar Baru adalah yayasan Katolik dengan kegiatan panti asuhan dan sarana pendidikan. Rencananya akan didirikan sarana pendidikan sekolah SD dan SMP,” Ucap Nara sumber. Rabu (13/01/2021).

Ketua Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Kabupaten Bekasi, Toto Sugiarto sebagai kuasa pendampingan hukum FKM2T (Forum Komunikas Masyarakat Muslim Telajung) ia mengatakan, semua ini berawal didirikannya Yayasan Fajar Baru yang mendapatkan penolakan dari warga hingga saat ini.

Sugiarto menjelaskan, dalam pembangunan gedung sekolah Yayasan Fajar Baru tersebut, ada hal temuan dari FKM2T terkait pelanggaran di tahap proses perizinan warga.

“Kami atas nama warga Desa Telajung menolak pembangunan tersebut, dan kami hari ini di konfrontasikan dengan pihak Yayasan, FBI, bersama para Ulama, tokoh masyarakat Telajung, warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Telajung (FKM2T),” ujar Toto Sugiarto.

“Kami semua warga Telajung mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada bapak Kapolres Kombes Pol. Hendra Gunawan atas segala kesigapan dalam pendekatan secara persuasif humanis ke masyarakat Desa Telajung, sehingga masyarakat kondusif, aman dan terkendali dengan menjamin proses kepastian berdasarkan hukum,” pungkasnya. (Red/TB)

 

BACA JUGA :  Warga Desa Telajung Tolak Pembangunan Yayasan Fajar Baru. Hindari Anarkis, FBI Minta Bupati Turun Tangan